Hari Ini, Hotspot di Sumsel Terpantau Ada 9 Titik
Hotspot terbanyak masih berada di daerah rawan karhutla. Yakni lima titik di Kabul Ogan Komering Ilir, dua titik di Penukal Abab Lematang Ilir, serta Muara Enim dan Ogan Komering Ulu masing-masing satu titik.
Hotspot di wilayah Sumatera Selatan selama 24 jam terakhir terpantau sebanyak sembilan titik. Masyarakat diminta waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan pada awal musim kemarau tahun ini.
Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ansori mengungkapkan, hotspot itu berdasarkan pantauan satelit Aqua, Terra, dan SNNP pada katalog modis LAPAN, Jumat (12/7) pukul 07.00 Wib. Titik api di provinsi itu termasuk dalam kategori sedang (30-79 persen).
"Untuk wilayah Sumsel ada sembilan titik hotspot yang terpantau selama 24 jam terakhir," ungkap Ansori.
Dijelaskannya, hotspot terbanyak masih berada di daerah rawan karhutla. Yakni lima titik di Kabul Ogan Komering Ilir, dua titik di Penukal Abab Lematang Ilir, serta Muara Enim dan Ogan Komering Ulu masing-masing satu titik.
"Rata-rata berada di lahan gambut, pertanian dan perkebunan," ujarnya.
Menurut dia, hotspot pulau Sumatera terbanyak masih di Riau berjumlah 50 titik baik kategori sedang maupun tinggi. Sumsel dan Jambi terbanyak kedua di angka sembilan titik, Kepulauan Bangka Belitung tujuh titik, dan Sumatera Utara tiga titik.
"Masyarakat diimbau waspada dan tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Jika mengetahui adanya karhutla segera melapor agar cepat ditangani," katanya.
Baca juga:
3 Hektare Lahan PTPN dan Semak Belukar di Ogan Ilir Terbakar
Kapolda, Pangdam & Gubernur Sumsel Teken Maklumat Karhutla, Sanksi 15 Tahun Bui
Musim Kemarau, Banyak Wilayah di Sumsel Terancam Kebakaran Hutan Lahan
300 Desa di Sumatera Selatan Rawan Kebakaran Hutan
Gubernur Sumsel Duga Salah Satu Sebab Karhutla Akibat Pantulan Matahari ke Kaca Mobil
Polisi Sebut Karhutla di Lahan Sekitar Tol Palindra Milik Korporasi