Hari Buruh, 200.000 Pekerja bakal Geruduk Monas Besok
Diperkirakan sekitar 200.000 buruh akan berkumpul di Monas untuk merayakan Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebagai May Day.
Sekitar 200.000 buruh bakal memadati Monas untuk memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day, Jumat (1/5) besok.
Kombes Pol Komarudin, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menugaskan 1.793 personel untuk mengawasi perayaan tersebut. "Data terakhir yang kami terima, 200.000 lebih buruh yang akan ke Monas, dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik di Jakarta," kata Komarudin di Jakarta, Kamis (30/4).
Dia menjelaskan bahwa para buruh dari Jawa Timur telah berangkat pada Kamis sore dan diperkirakan akan tiba di Jakarta pada Jumat (1/5) subuh.
"Ini termasuk juga beberapa wilayah dari daerah lain," ujar Komarudin.
Untuk memastikan kelancaran kegiatan, pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh Direktorat Lalu Lintas dari berbagai wilayah, termasuk Ditlantas Polda Jatim, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
"Semua nanti dipimpin dari Korlantas untuk memastikan pergerakan saudara-saudara buruh dalam pelaksanaan Hari Buruh Internasional 2026 berjalan dengan tertib, aman, dan lancar," tutur Komarudin.
Kondisi ini diperkirakan akan mempengaruhi lalu lintas di Jakarta, yang diprediksi akan cukup padat pada hari Jumat.
"Namun, kami berupaya agar seluruh aktivitas bisa berjalan walau ada perlambatan," ungkap Komarudin.
Rekayasa Lalu Lintas
Polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatur rute perjalanan para buruh yang datang dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung.
"Kami sudah atur flow mengarah ke Monas, termasuk kantong-kantong parkir bus yang akan digunakan," ungkap Komarudin.
Ia memperkirakan sekitar 4.000 unit bus yang mengangkut buruh akan menuju Jakarta, dan pihak kepolisian lalu lintas sudah mulai melakukan pengaturan dengan seksama. Selain fokus pada kawasan Monas, kepolisian juga memperhatikan sejumlah kegiatan masyarakat di lokasi lain, termasuk di Istora Senayan.
"Dari besok ataupun nanti sore, sudah diperkirakan akan ada pergerakan masyarakat Jakarta yang mungkin akan keluar Jakarta ataupun masyarakat dari luar yang akan berlibur di Jakarta," jelas Komarudin.