Harga kedelai Amerika meroket, perajin tahu di Sragen kelimpungan
Untuk mengakali biar enggak rugi, perajin memperkecil ukuran tahu.
Meroketnya harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengeluh. Mereka mengaku mengalami kerugian cukup besar karena harga bahan baku tahu tersebut naik hingga Rp 7.500 per kilogramnya.
Tak mau merugi, para perajin terpaksa mengurangi ukuran cetakan. Dengan harga jual yang sama, namun ukurannya lebih kecil. Hal tersebut mereka lakukan agar tetap bisa bertahan hidup dan berproduksi.
"Saya dan perajin di sini rata-rata pakai kedelai Amerika. Dulu harga kedelai impor hanya Rp 6.500, sekarang sudah Rp 7.500, besok kalau naik lagi gimana? Saya sudah rugi puluhan juta," ujar Purwanto, salah satu perajin tahu, Kamis (3/9).
"Kami terpaksa mengurangi besar ukuran cetakan tahu. Kalau tidak kasihan karyawan kami kalau harus dirumahkan," keluh Joko Purwadi, perajin asal Kampung Teguhan.
Joko mengatakan, setiap harinya biasa menghabiskan 1 kwintal kedelai untuk bahan pokok. Dari 1 kwintal tersebut menghasilkan 3 ribu buah tahu, dengan biaya Rp 1 juta. Sedangkan harga jual tahu Rp 500. Dalam sehari dia memperoleh omzet Rp 1,5 juta.
"Sekarang ini kami merugi, dari 3 ribu cetak tahu yang laku hanya dua ribu potong saja," pungkasnya.(mdk/cob)