Harga daging melonjak, Fahri salahkan Mendag
Fahri melihat kesalahan tata kelola daging sapi ada di Kementerian Perdagangan bukan di Kementerian Pertanian.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendesak pemerintah melakukan investigasi penyebab melonjaknya harga daging sapi yang membuat para penjual mogok. Di Bandung harga daging sapi meroket sampai Rp 140 ribu per kilogramnya.
"Pemerintah harus investigasi menyeluruh. Harus ada perbaikan sistem, kemarahan pedagang ini harus dimaknai sehingga tata kelola daging bisa dilakukan dengan baik," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8).
Fahri melihat kesalahan tata kelola daging sapi ada di Kementerian Perdagangan bukan di Kementerian Pertanian. Sebab, menurut dia, Kementan telah berhasil meningkatkan produksi sapi lokal, tetapi tak memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"10 Tahun terakhir sebenarnya ada upaya swasembada secara masif. Produksi petani meningkat dan sejalan dengan meningkatnya produksi peternakan lalu ada impor, berbahaya ketika produksi meningkat dan keran impor dibuka sehingga stok banyak dan harga jatuh. Nah tapi sekarang katanya sebaliknya, produksi peternak tetap meningkat tapi impor mungkin tidak dilakukan," ujarnya.
Wasekjen PKS ini meminta Kementerian Perdagangan untuk meninjau kembali kebijakannya menutup keran impor sapi karena kebutuhan daging sapi tak bisa dipenuhi oleh peternak lokal.
"Pemerintah investigasi, terutama Mendag karena beri izin itu Mendag, bukan menteri pertanian karena mereka cuma produksi dan selama ini sukses kok produksi," tandasnya.
Baca juga:
Pedagang daging sapi mogok, penjualan daging ayam ikut lesu
Menteri Susi: Selama pangan andalkan impor, pasti sering terganggu
Mendag akan pidanakan importir nakal mainkan pasokan daging sapi
Pedagang daging sapi Bandung mogok, warga serbu operasi pasar murah
Wapres JK: Kita akan pelajari masalah pedagang sapi mogok jualan