Harapan rakyat tinggi, Gubernur harap Lemhannas mampu berkembang
Lemhannas memperingati hari jadinya yang ke-51.
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menggelar upacara Parade di Kantor Lemhannas, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51. Upacara ini dipimpin langsung Gubernur Lemhannas, Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo.
Pantauan merdeka.com, upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Agus Widjojo, dalam sambutannya mengatakan momentum HUT ke-51 Lemhannas ini perlu dimaknai lebih jauh sebagai kebangkitan nasional. Terlebih selama perjalanan Lemhannas yang cukup panjang, banyak dinamika yang terjadi.
"Harus dimaknai sungguh-sungguh oleh seluruh warga Lemhannas RI. Lemhannas harus mampu beradaptasi dan ekspektasi yang berkembang. Apalagi masyarakat menaruh harapan yang tinggi kepada Lemhannas," kata Agus, Jumat (20/5).
Lemhannas harus mampu mengendalikan diri agar tetap konsisten serta tidak terjebak pada dinamika yang bernuansa politik. Lebih lanjut, dia berharap seluruh warga Lemhannas tetap memegang nilai luhur pada semangat gotong royong yang menjadi cikal bakal berdirinya Lemhannas.
"Teruskan dan laksanakan program jangka pendek dan jangka panjang yang tertuang dalam program Lemhannas yang sejalan dengan Nawa Cita," tandasnya.
Setelah upacara Parade selesai, Lemhanas akan melanjutkan ke rangkaian acara berikutnya yaitu Orasi Ilmiah oleh Mayjen TNI (Purn) I Putu Sastra Wingarta dengan tema "Kewaspadaan Nasional Terhadap Ancaman Disintegrasi Bangsa Guna Mendukung Keamanan Dalam Rangka Ketahanan Nasional".
Lemhannas merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan.
Dikutip dari Lemhanas.go.id, Lembaga Pertahanan Nasional berdiri pada tanggal 20 Mei 1965 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1964, dan berada langsung di bawah Presiden. Pada tahun 1983, lembaga ini berubah nama menjadi Lembaga Ketahanan Nasional, yang berada di bawah Panglima ABRI.
Pada tahun 1994 lembaga Lemhannas berada langsung di bawah Menteri Pertahanan dan Keamanan. Tahun 2001, Lemhannas merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tahun 2006, berdasarkan Perpres No 67 Tahun 2006, mengingat beban dan tanggung jawab lembaga, maka jabatan Gubernur Lemhannas disejajarkan dengan Jabatan Menteri.
Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei 1965 sebagai hari berdirinya Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1964 yang bertepatan dengan peringatan bersejarah hari kebangkitan nasional Indonesia.
Berikut nama-nama Gubernur Lemhannas sejak tahun 1965:
1. Mayjen (TNI) Wiluyo Puspoyudo (1965–67)
2. Mayjen (TNI) Suadi (1968–70)
3. Letjen (TNI) A. Kosasih (1970–74)
4. Letjen (TNI) Sayidiman Suryohadiprojo (1974–78)
5. Letjen (TNI) Sutopo Yuwono (1978–83)
6. Letjen (TNI) Soebijakto (1983–89)
7. Letjen (TNI) Soekarto (1989–94)
8. Mayjen (TNI) R. Hartono (1994–95)
9. Letjen (TNI) Moetojib (1995–96)
10. Letjen (TNI) Sofian Effendi (1996–98)
11. Letjen (TNI) Agum Gumelar, M.Sc. (1998–99)
12. Letjen (TNI) Johny J. Lumintang(1999–2001)
13. Prof. Dr. Ermaya Suradinata, MH (2001–05)
14. Prof. Dr. Muladi, SH (2005–11)
15. Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, CES, DEA (2011–16)
16. Letjen (TNI) (Purn.) Agus Widjojo (2016-Sekarang).(mdk/dan)