LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hambar, buka puasa tanpa kraca

Berbagai rempah yang dijadikan bumbu masak keong sawah ini membuat rasa kraca begitu menggoda saat dihidangkan.

2012-07-21 16:34:35
kuliner ramadan
Advertisement

Selepas azan Dzuhur, lelaki paruh baya itu meninggalkan sejenak pekerjaannya. Dia lantas mengambil air wudlu dan selanjutnya melaksanakan ibadah salat. Sepuluh menit kemudian, dia kembali ke dapur dan memasak kraca atau keong sawah.

"Sudah tujuh tahun saya menjual kraca," ujar Chamlani (53) pembuat kudapan kraca yang cukup terkenal di Banyumas, Jumat (20/7).

Bagi warga Banyumas, kraca merupakan kudapan wajib pembuka buka puasa. Tanpa kraca, rasanya kurang sempurna buka puasanya. Begitulah kira-kira ungkapan beberapa warga yang sedang mengantre untuk membeli kudapan Kraca khas Banyumas.

Kraca Banyumas memang mempunyai aroma yang cukup khas. Berbagai rempah yang dijadikan bumbu masak keong sawah ini membuat rasa kraca begitu menggoda saat dihidangkan. Chamlani sendiri mengaku tak tahu, kapan persisnya kebiasaan menjadikan kraca sebagai kudapan pembuka puasa.

Rumah Chamlani yang berada di Purwokerto Timur itu juga terlihat ramai setiap harinya. Ratusan warga nampak mengantre di depan rumahnya untuk membeli kraca. “Saat puasa penjualan kraca meningkat hingga sepuluh kali lipat,” katanya.

Dia menambahkan, saat hari biasa, ia hanya menjual kraca sebanyak 10 kilogram per hari. Namun saat puasa, permintaan naik drastis hingga 100 kilogram perharinya.

Untuk memenuhi permintaan pelanggan, tak jarang dia mencari keong sawah mentah hingga luar daerah seperti Pekalongan. Ia sendiri membeli keong sawah mentah dari petani dan pemburu keong sebesar Rp 9.000 perkilogram.

"Kalau sudah matang saya menjualnya Rp 24 ribu per kilogram," imbuhnya.

Kraca disebut mempunyai kandungan protein tinggi. Untuk memakannya, perlu sebuah lidi atau tusuk gigi untuk mengeluarkan daging kraca dari cangkangnya.

Dari bisnis itu, Chamlani mengaku mendapat keuntungan Rp 2,5 juta setiap harinya. Dia memperkirakan, dalam sehari kebutuhan keong sawah untuk mencukupi kebutuhan warga Banyumas mencapai 6 ton tiap harinya. Kraca sangat digemar masyarakat Banyumas karena rasanya enak, bumbu kuahnya biasanya agak pedas. Sangat tepat dimakan sebagai makanan pembuka.

Pembuat kraca lainnya, Kusmaidah, 48 tahun, mengatakan saat bulan puasa untuk mencari keong sawah cukup sulit. "Saya hanya mendapat 10 kilogram, padahal kebutuhannya mencapai 25 kilogram," katanya.

Jenis siput sawah ini seperti siput umumnya, bentuknya kecil  hanya hidup dalam air sawah. Sebelum mulai dimasak keong direndam semalaman dalam air bersih, untuk menghilangkan lumpur yang menempel dalam tubuhnya, setelah itu bagian ujung tutup yang lancip di potong.

Bumbunya, bawang merah, bawang putih, garam, merica, cabe dan jahe kunyit, sereh  untuk menghilangkan bau amisnya. Anda mau mencobanya? Silakan anda berkunjung ke Banyumas.(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.