Hal Wajar Membandingkan Gaya Komunikasi Ganjar & Anies, Jurinya Masyarakat Langsung
Baginya membandingkan gaya komunikasi antar kepala daerah akan menciptakan secara alamiah antar kepala daerah yang ditentukan oleh jurinya, langsung dari masyarakat.
Pengamat dan Praktisi Komunikasi Bagus Sudarmanto menilai jika PDIP membandingkan gaya komunikasi antar kepala daerah yakni Anies dan Ganjar, dalam gaya komunikasi penanganan Covid-19 adalah suatu hal yang wajar dan unik.
"Wajar dan unik. Kan kita punya begitu banyak budaya lokal dengan bahasa tutur yang berbeda. Sehingga keadaan itu menuntun kepala daerah untuk harus menyesuaikan diri agar dapat diterima," ujar Bagus saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/5).
"Enggak apa-apa, meski pasti untuk personal branding, demi elektabilitas. Itu sah-sah saja. Asal jangan dibingkai ke dalam politik SARA," lanjutnya.
Baginya membandingkan gaya komunikasi antar kepala daerah akan menciptakan secara alamiah antar kepala daerah yang ditentukan oleh jurinya, langsung dari masyarakat.
"Jurinya masyarakat langsung. Bisa jadi hal ini lahir model komunikasi empati yang cocok di tengah pandemi Covid-19 saat ini," ujarnya.
Oleh sebab itu, Bagus mengatakan bahwa perbedaan gaya komunikasi antar kepala daerah memang tidak dapat dilepaskan dari konteks lokalitas, sosial, dan budaya. Baik berupa gaya komunikasi gestur maupun oral yang familiar di mata publik.
Kendati demikian, Bagus mengingatkan kepada kepala daerah untuk tetap melihat pandemi Covid-19 secara serius. Jangan sampai memunculkan gaya komunikasi yang kaburkan subtansi pesan.
"Jangan gaya komunikasi mengaburkan pesan yang disampaikan atau mengesampingkan substansi pesan. Musti bisa mengombinasikan antara nilai penting dan ketertarikan," imbaunya.
Baca juga:
PDIP Bandingkan Anies dengan Ganjar, PAN Bilang yang Penting Tegas
PDIP Bandingkan Ganjar & Anies, Golkar Jagokan Gubernur Lampung Atasi Corona
Politikus PDIP Bandingkan Pola Komunikasi Anies dan Ganjar Soal Covid-19
Demokrat Sebut Membandingkan Anies dan Ganjar Harus Ada Studi Komparatif
Lebaran Idul Fitri ala Ganjar Pranowo di Masa Pandemi Covid-19
Ganjar: Jogo Tonggo Bukan Kepatuhan, Ini Soal Solidaritas