Hal-hal yang selalu diingatkan Jokowi kepada para pendukungnya
Saat kampanye, Jokowi menyelinginya dengan candaan, bahkan sentilan untuk lawannya.
Sudah hampir dua pekan calon presiden Joko Widodo melakukan kampanye politik jelang Pilpres 9 Juli nanti. Beberapa daerah pun sudah dikunjunginya mulai dari Papua, Medan, Jabar dan kini sedang berada di wilayah Jateng. Sebelum masa kampanye dimulai, capres Joko Widodo diserang kampanye hitam yang menyebutnya sudah meninggal. Pihak tak bertanggung jawab itu menyebarkan iklan ucapan belasungkawa. Tak cuma soal keyakinan Jokowi yang diisukan beragama katolik. Orangtuanya pun disebut keturunan Tionghoa berkewarganegaraan Singapura. Banyak pihak yang meragukan penampilannya sebagai presiden. Jokowi menegaskan muka ndeso nya tak jadi penghalang karena dia punya pemikiran internasional. Bila jadi presiden, Jokowi berjanji tidak akan menghapus sertifikasi atau tunjangan profesi guru. Dia meminta rakyat tak percaya pada isu-isu yang beredar dan menyebut dirinya dan JK akan menghapus tunjungan untuk guru-guru. Pandangan sebelah mata langsung tertuju pada Jokowi karena dicalonkan PDIP sebagai calon presiden. Jokowi disebut hanya boneka yang dikendalikan Mega.
Selain berorasi politik meminta dukungan rakyat dan menyampaikan visi misinya, Jokowi, sapaan akrabnya, juga memanfaatkan momentum ini untuk mengklarifikasi isu-isu negatif yang menyerangnya. Agar suasana tak kaku, Jokowi menyelinginya dengan candaan-candaan, bahkan sentilan untuk lawannya.
Klarifikasi soal isu yang berkembang liar tak bosan-bosannya terus disampaikan Jokowi. Agar rakyat makin jatuh hatinya, Jokowi juga mengumbar sejumlah program bila dia terpilih nanti.
Berikut janji dan klarifikasi yang disampaikan Jokowi terkait berbagai tuduhan yang menyerangnya:H pada namanya adalah Haji bukan Herbertus
Dalam iklan itu, nama lengkap Jokowi ditulis juga dalam bahas china. Bahkan digambarkan dalam iklan itu Jokowi menganut agama katolik. Agar semakin meyakinkan Jokowi bukan seorang muslim, H pada nama Jokowi ditulis Herbertus. Jadilan namanya Ir. Herbertus Joko Widodo.
Jokowi tegas mengatakan dirinya seorang muslim. Jokowi juga menekankan H pada namanya ada Haji.
Berulang kali hal itu diutarakan Jokowi. Kemarin, saat kampanye di Tasikmalaya, masalah itu kembali diklarifikasinya.
Ada yang sebut Jokowi adalah Herbertus. Saya sebetulnya tidak mau menjawab, tapi yang di bawah juga jadi ragu dan resah. Ya sebenarnya saya tak mau sampaikan nanti jadi liar," tambahnya.
Jokowi lantas menyindir orang yang menyebarkan isu itu tidak kreatif. Apalagi, Jokowi menegaskan semua tudingan negatif itu tidak lah benar.
"Waktu di Pilgub itu, terus jumpa lagi. Semuanya tidak ada yang benar. Yang buat fitnah itu nggak kreatif, diulang-ulang, tapi masyarakat ada yang goyah juga," keluh suami Iriana Widodo ini.
Untuk meluruskan isu-isu yang meragukan keislaman Jokowi, dia lantas membuat selebaran yang menjelaskan kapan dia haji dan umrah.
"Sekarang kita sudah edarkan selebaran, tahun berapa saya naik haji, tahun 2003, umrahnya tahun berapa," bebernya.Orangtuanya asli Solo bukan Singapura
Dia heran bagaimana isu itu bisa muncul. Padahal kedua orangtuanya asli orang desa.
Ada lagi fitnah yang menyebut bapak saya dari Singapura. Almarhum bapak saya berasal dari sebuah desa yang jaraknya 30 meter dari Kota Solo, di Desa Gondangrejo," jelas Jokowi di acara silaturahmi kiai kampung untuk kemenangan Jokowi - JK di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/6).
"Ibu saya dari Boyolali, Desa Gumuk Rejo," tambahnya.
"Kan kelihatan, masa orang kaya gini dari Singapura. Tapi memang di dekat Solo itu ada Kecamatan Singopuran, mungkin yang dimaksud itu," ucapnya sambil tertawaMuka ndeso pemikiran internasional
"Mungkin wajah saya ndeso, tapi pemikirannya internasional," kata Jokowi.Tak akan hapus sertifikasi guru
"Isu itu dibuat untuk memberikan sebuah persepsi bahwa Jokowi tidak pro pada guru. Isu itu mengatakan, kalau nanti Pak Jokowi-Jusuf Kalla (JK) jadi presiden tunjangan sertifikasi guru akan dihapus. Kalau ada yang mendengar seperti itu percaya atau tidak?" tanya Jokowi.
"Tidak" seru pendukung yang hadir dalam kampanyenya di Tasikmalaya.Capres boneka tak bisa ditarik-tarik
Tapi dia memastikan hal itu tidak akan terjadi.
"Itu akan saya pakai kewenangan presiden kepada saya dalam menentukan menteri dan kepala lembaga," ujar Jokowi saat silaturahmi kiai kampung untuk kemenangan Jokowi - JK di Ponpes Bustanul Ulum di Tasikmalaya, Kamis (12/6)
Jokowi tidak menutup diri jika masyarakat, LSM, ketua umum partai mengusulkan menteri atau kepala lembaga. Namun, pada akhirnya Jokowi yang akan mengambil keputusan.
"Biar semua tahu enggak ada yang tarik saya sana ke sini," katanya.