LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hadiri sidang AIPA, delegasi parlemen Eropa ketinggalan koper

Selain negara-negara ASEAN, perwakilan parlemen negara Eropa menghadiri sidang AIPA di Lombok, NTB.

2012-09-18 09:54:28
ASEAN
Advertisement

Pada sidang pleno ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) hari ini, selain dihadiri oleh para anggota parlemen se-Asia Tenggara juga delegasi dari negara-negara peninjau, yaitu Rusia, Belarus, Kanada, Republik Rakyat Cina Selatan, Parlemen Eropa, India, Jepang, Korea, dan Rusia.

Dalam sidang pleno perdana ini, acara dibuka dengan pengenalan dari masing-masing delegasi baik anggota AIPA maupun negara peninjau. Namun, saat Parlemen Eropa mengenalkan diri, ada celetukan yang membuat tertawa seisi ruangan karena salah satu delegasi parlemen dari Eropa mengatakan jika kopernya tertinggal di Singapura.

"Sebenarnya koper saya masih tertinggal di Singapura," ujar ketua delegasi Parlemen Eropa Robert Goebbles dalam sidang pleno, di Hotel Sentosa, Senggigi, Lombok, NTB, Selasa (18/9).

Selain negara peninjau, juga dihadiri oleh BPK ASEAN, perwakilan parlemen Timor Leste, perwakilan DPR Pan-Afrika, perwakilan DPD RI, perwakilan sekretaris ASEAN, perwakilan Inter Parliamentary Union (IPU), dan ASEAN Wildlife Enforcement Network/Freeland Foundation/ARREST.

Ketua Parlemen Timor Leste Vicente Gutteres menyatakan, suatu kehormatan bagi negaranya diundang hadir dalam AIPA.

Sementara Wakil Ketua DPD La Ode Ida memperkenalkan diri dia, menyampaikan dalam pertemuan tersebut agar DPD dimasukkan dalam keanggotaan AIPA. "Karena kami termasuk parlemen, sehingga dalam pertemuan berikutnya bukan diundang sebagai tamu tetapi sebagai peserta AIPA," ujarnya.

Setelah perkenalan, Marzuki Alie sebagai presiden AIPA membuka dengan menyampaikan hasil sidang komite eksekutif untuk merubah tema agenda Laut China Selatan menjadi pemeliharaan dan stabilisasi negara kawasan, dan menghapus isu Laut Cina Selatan. Kemudian penetapan keanggotaan komisi.

"Jika tidak ada yang menyanggah maka dianggap keputusan disetujui," tukas Marzuki.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.