Hadiah bagi penemu sarang penyu di Jembrana
Bagi warga yang menemukan dan membawa telur penyu akan mendapatkan hadiah berupa uang Rp 100 ribu.
Aksi pencurian dan perdagangan telur penyu di Jembrana kian hari makin marak. Tidak hanya telurnya, terkadang Penyu yang masih berisi telur langsung ditangkap untuk dijual dagingnya sebagai konsumsi.Hal ini membuat pihak kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Perancak di Jembrana, memberikan hadiah bagi warga yang menemukan dan membawa telur penyu ke penangkaran.
Bagi warga yang menemukan dan membawa telur penyu akan mendapatkan hadiah berupa uang Rp 100 ribu. Hadiah yang diberikan memang tidak sebanding, namun inti dari syaembara ini adalah mengajak masyarakat untuk melestarikan penyu yang mulai habis karena diburu.
"Memang imbalan yang kita berikan sangat kecil, tapi yang terpenting adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa langka. Setidaknya kami mencoba untuk bisa mengajak masyarakat melestarikan," ujar Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, saat pelepasan ratusan tukik (anak penyu) di pantai Perancak, Jembrana, Bali, Senin (20/7)
Anom Astika mengatakan usai pelepasan 650 ekor tukik dihadapan Bupati Jembrana I Putu Artha, diharapkan pihak pemerintah dan istansi terkait termasuk aparat penegak hukum lebih maksimal menindak pelaku pencurian telur penyu. Pasalnya perburuan penyu di Jembrana kian masif setiap harinya.
"Selama ini pihak KSDA dan aparat terkait memang telah maksimal menindak pencurian dan penyelundupan telur penyu dan penyu. Tapi perlu lebih maksimal lagi, demi kelestarian penyu itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Anom, pencurian dan penjualan telur penyu tersebut merupakan hambatan yang paling berat dirasakan selama kelompoknya melakukan pelestarian penyu. Karena itu perlu peran serta pemerintah dan pihak terkait mengatasi persolan tersebut.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Putu Artha mengatakan jika anggaran konservasi penyu untuk wilayahnya cukup besar. Sayangnya, kata dia, pemerintah daerah tidak dibenarkan membantu atau menganggarkan uang dari APBD untuk kegiatan kelompok masyarakat lantaran dinilai sangat besar pengeluaran yang dibutuhkan.
”Kami harapkan uluran tangan para donatur guna menjaga konservasi serta kelanjutan regenerasi satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah,” ujar Putu Artha.
Baca juga:
Warga Bali cemas dengan kelahiran Babi bermata satu
Akademisi Udayana: Bali terjebak dalam ekonomi kapitalis
Bali heboh ada anak babi bermata satu & lidah menjulur keluar
Sehari usai Galungan, pemandian air panas Banjar banjir pengunjung
H-2 Lebaran, Bandara Ngurah Rai kebanjiran pemudik ke Bali