Habitat elang Jawa di Gunung Merapi belum sepenuhnya aman
Perburuan liar yang dilakukan manusia dan ancaman kera ekor panjang dikhawatirkan mengurai populasi elang Jawa.
Usai munculnya tiga elang Jawa baru di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), pihak pengurus TNGM melakukan pengamanan terhadap satwa yang terancam punah tersebut. Pengamanan tersebut dilakukan untuk menghindarkan elang dari perburuan liar dan serangan predator lainnya.
Pengendali Ekosistem Hutan TNGM, Arief Sulfiantoro menjelaskan pengamanan tersebut dilakukan mengingat perburuan liar masih kerap terjadi.
"Perburuan satwa itu masih ada. Informasi dari warga, banyak satwa dijual itu dari pemburuan, masih rawan," katanya pada wartawan, Senin (21/3).
Tidak hanya pemburu, ancaman lainnya bagi elang yakni kera ekor panjang. Sebab kera ekor panjang bisa saja memakan elang Jawa yang masih muda.
"Kera ekor panjang ini bisa memanjat dan mungkin mengincar sarang elang. Padahal elang Jawa ini bertelur satu tahun sekali cuma satu," ungkapnya.
Ada pun langkah yang dilakukan oleh TNGM untuk pengamanan tersebut yakni dimulai dengan mencari sarang elang. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi penemuan di Plawangan dan Dukun.
"Elang Jawa ini sangat sensitif, jadi tidak bisa sembarangan kami mendekati sarangnya. Yang akan kami amankan habitatnya, melakukan penghijauan dan memaksimalkan pengawasan terhadap pemburu liar," pungkasnya.
Baca juga:
3 Elang Jawa anakan terpantau terbang di gunung Merapi
Tersisa 150 ekor lebih, Harimau Sumatera di Aceh terancam punah
Evakuasi ramatis Bona si buaya muara dari pemiliknya kepada BKSDA
Sempat dipelihara, 3 satwa langka di Kalbar diserahkan ke BKSDA
5 Hewan ini paling jago bawa mobil dan sepeda motor