LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Habiskan dana Rp 40 M, Budhist Center di Samarinda terbesar di Asia

Tempat ibadah umat Budha itu dibangun sejak Tahun 2009.

2016-03-07 16:15:10
Budha
Advertisement

Delapan tahun dibangun Budhist Center terbesar di Indonesia, akhirnya diresmikan di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (7/3). Pusat ibadah dan kegiatan umat Budha itu tidak hanya digunakan bagi umat Kalimantan Timur, melainkan juga umat Budha di Indonesia. Bangunan itu diklaim menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Tamu umat Budha Maitreya dari berbagai negara, mulai dari Myanmar, Thailand, Hongkong, Jepang dan Korea, turut menjadi saksi peresmian, yang juga menghadirkan Presiden Maitreya Internasional, Wang Tzu Guang.

Pembangunan Budhis Center penuh lika liku. Diperlukan waktu 8 tahun sejak 2009 lalu dan menelan dana tidak kurang Rp 40 miliar untuk membereskan bangunan 6 lantai seluas 15.300 hektare di atas lahan 1,3 hektare.

"Pembangunan Pusdiklat Maha Vihara Sejahtera Maitreya dan Budhist Center ini, berangkat dari keterbatasan tempat ibadah dan keagamaan umat Budha di Kalimantan Timur," kata Ketua Panitia Pembangunan Budhist Center, Hery Wijaya, kepada merdeka.com, Senin (7/3)

Pusdiklat dan Budhist Center terdiri dari ruang bhakti, auditorium, asrama biarawan dan biarawati, diharapkan menjadi pusat kegiatan, ibadah dan umat Budha di Kalimantan Timur dan Indonesia secara umum.

"Membangun mungkin mudah, tapi menjaganya adalah tantangan bersama, dengan menjaga sikap saling hormat menghormati perbedaan, dunia satu keluarga," ujar Hery.

"Ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dari ukuran bangunan dan luas lahan. Ada 2 ballroom yang bisa menampung sekitar 2.500 umat. Dari sisi arsitektur bangunan, kita tidak berkaca khusus dengan Tiongkok, tapi paduan moderen," jelas Hery.

Sementara, Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Arief Harsono meminta umat Budha menjadikan Budhist Center sebagai sarana menyebarkan cinta kasih sesama umat manusia.

"Budhist Center ini menggembirakan bagi seluruh umat Budha, menjadi sarana menyebarkan cinta kasih. Jadikan semua potensi umat Budha, agar bisa terus dijadikan sebagai inovasi utnuk pembangunan Kaltim," terang Arief.

Sedangkan Presiden Maitreya Internasional Wang Tzu Guang menyatakan, hadirnya Budhist Center terbesar di Asia Tenggara ini, menjadikan dunia semakin tahu tentang Indonesia.

"Pembangunan ini penuh perjuangan. Saya yakin dunia akan tahu dunia akan tahu Budhist Center di Samarinda, di Kalimantan Timur di Indonesia. Semangat dunia dalam satu keluarga dimulai dari Samarinda," kata Wang Tzu Guang

"Indonesia negara yang besar, dengan toleransi tinggi dalam kehidupan bergama. ini luar biasa," ujarnya lagi.

Sekjen Kementerian Agama Nur Syam mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin juga meminta, umat Budha memberikan kontribusi kepada pemerintah, terutama menciptakan kerukunan umat beragama.

"Saya ajak umat Budha, memberi kontribusi, membantu pemerintah, turut menciptakan kerukunan, baik internal umat Budha, antar umat beragama dan kerukunan umat Budha dengan pemerintah," ujar Nur Syam.

Dalam kesempatan itu juga dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, Ketua DPRD Kaltim Syahrun, dan tamu kementerian Agama dari Ditjen Bimas Budha Kementerian Agama RI.

Baca juga:
Menelisik bangunan candi Budha tertua di Jogja, Candi Kalasan
Asrama para biksu di Candi Sari ini patut kamu kunjungi saat ke Jogja

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.