LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Habibie dan sejumlah menteri hadiri peringatan Hakteknas di Solo

"Momentum 21 tahun yang lalu, akan terus menjadi spirit bekerja, memantapkan langkah, menggerakkan inovasi."

2016-08-10 14:16:07
Teknologi
Advertisement

Presiden ke-3 BJ Habibie dan sejumlah menteri hadiri puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21 di Stadion Solo, Rabu (10/8). Selain Menristek Dikti M. Nasir, hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek.

Sejumlah kepala daerah, Civitas Akademika, Lembaga Litbang, Dunia Usaha, Pemerhati Iptek dan mahasiswa juga hadir dalam acara tersebut.

Menristekdikti Mohamad Nasir dalam sambutannya, menyampaikan harapan agar segala usaha untuk memajukan iptek dan inovasi bangsa. Khususnya yang tumbuh dari lembaga penelitian baik itu pemerintah, swasta maupun perguruan tinggi, sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa.

"Momentum 21 tahun yang lalu, akan terus menjadi spirit bekerja, memantapkan langkah, menggerakkan inovasi, dan kembali membangun kepercayaan diri bahwa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi adalah suatu keniscayaan untuk bisa bersaing dan sejajar dengan bangsa lain. Keyakinan itu harus diikuti dengan langkah nyata berupa kebijakan, program, dan kegiatan untuk mendukung dan mengembangkan inovasi dalam suatu Sistem Inovasi Nasional maupun Sistem Inovasi Daerah," ujar Nasir.


Kawasan ASEAN, kata Nasir, akan menjadi pasar terbuka berbasis produksi. Sehingga nantinya aliran barang, jasa, dan investasi bergerak bebas sesuai dengan konvensi ASEAN. Keunggulan komparatif dan kompetitif begitu menentukan memenangkan persaingan antar negara anggota ASEAN. Untuk itu diharapkan adanya dukungan sumber daya mendukung.

Dia menuturkan, menurut World Economic Forum (WEF) tahun 2015 hingga 2016, daya saing Indonesia berada pada peringkat 37 dari 140 negara.

Sesama negara ASEAN, kata dia, Indonesia tertinggal dari Singapura di posisi 2, Malaysia di posisi 18, Thailand di posisi 32. "Kita hanya unggul dengan Vietnam di posisi 56 dan Philipina di posisi 47," jelasnya.

Nasir menambahkan, Indonesia sekarang termasuk kategori negara yang berada pada tahapan efficiency-driven. Yakni negara yang perekonomiannya sudah berbasis kepada proses produksi efisien. Dia berharap bangsa Indonesia akan terus maju sehingga termasuk kategori negara yang innovation driven yang sejajar dengan negara-negara maju.

"Kta adalah negara yang dikaruniai hampir semua prasyarat untuk mampu menjadi kekuatan besar dalam perekonomian dunia. Kekayaan sumberdaya alam yang beragam dan melimpah, jumlah penduduk yang besar, keragaman budaya dan akses yang strategis ke jaringan mobilitas global. Jadi kita harus yakin bahwa kita mampu," tandasnya.

Nasir menuturkan, kesadaran akan pentingnya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi dalam meningkatkan daya saing bangsa untuk membawa kesejahteraan bagi bangsa, menjadi dasar untuk mendekatkan Perguruan Tinggi dengan inovasi. Perguruan Tinggi, kata dia merupakan resource utama inovasi.

"Perguruan Tinggi harus mampu menghasilkan produk-produk inovasi. Tahun 2014 pemerintah menyatukan Kementerian Riset dan Teknologi, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menjadi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah upaya dan gagasan besar untuk mengambil peran strategis meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa melalui penciptaan nilai tambah dan peningkatan produktivitas," jelasnya.

Lebih lajut, Nasir menyampaikan, pemerintah terus-menerus bekerja keras meningkatkan peran dan fungsinya sebagai regulator, motivator, stimulator dan fasilitator dalam rangka menciptakan iklim kondusif bagi terwujudnya penguatan inovasi. Peran dan fungsi lembaga litbang dan Perguruan Tinggi juga akan terus didorong untuk bersinergi memperkuat daya dukung inovasi.

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.