Habib Novel bantah jadi korlap Aksi Bela Tauhid di Kemenko Polhukam
Aksi tersebut rencananya akan digelar pada Jumat (26/10) besok dengan titik kumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Koordinator Humas dan Media Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Bamukmin membantah soal beredarnya selebaran yang menyebut dirinya sebagai korlap Aksi Bela Tauhid. Aksi tersebut rencananya akan digelar pada Jumat (26/10) besok dengan titik kumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
"Hoax itu. Aksinya benar tapi saya bukan korlapnya," kata Novel saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (25/10).
Bukan hanya itu saja, dalam selebaran yang beredar melalui media sosial Whatsapp, Aksi Bela Tauhid tersebut akan dilakukan di depan Kemenko Polhukam. Namun, pihak PA 212 membantah jika ikut dalam Aksi Bela Tauhid tersebut.
"Bukan. Karena PA 212 fokus aksi yang di Bekasi Aksi Bela Kalimat Tauhid," ujarnya.
Selain itu, Novel sangat menyayangkan dengan aksi yang dilakukan oleh Banser NU Garut, Jawa Barat, dengan membakar bendera tauhid.
Ia pun menilai, Banser mempunyai sifat sombong dan tak mau mengakui kalau bendera yang mereka bakar itu bukan bendera HTI melainkan bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid.
"Sampai saat ini Banser masih dengan sifat angkuhnya belum menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya dan ini jelas indikasi untuk mengadu domba anak bangsa dan memecah belah bangsa semakin tercium," ucapnya.
Sekedar informasi, Aksi Bela Tauhid akan dilakukan oleh Barisan Nusantara Pembela Tauhid (BNPT) dengan titik kumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi tersebut akan dilakukan pada Jumat (26/10) di depan Kemenko Polhukam.
Baca juga:
Wali kota tak ingin imbas masalah pembakaran bendera mirip HTI dibawa ke Malang
Pengibar bendera mirip HTI di Garut bernama Uus Sukmana dari Desa Cibatu
Ini respons Maruf Amin terkait pembakaran bendera bertuliskan tauhid di Garut
Politisi PPP harap polisi segera selesaikan kasus pembakaran bendera di Garut
Kasus pembakaran bendera di Garut, ketua GP Anshor dilaporkan ke Bareskrim
Kubu Prabowo heran Wiranto jadi juru bicara Banser usai pembakaran bendera di Garut