Gus Ipul tawarkan program 'Dik Dilan' hingga 'Tebar Jala' ke pemilih pemula
Pasca penetapan nomor urut, pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno tancap gas. Mereka membidik pemilih pemula sebagai upaya untuk menang dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim.
Pasca penetapan nomor urut, pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno tancap gas. Mereka membidik pemilih pemula sebagai upaya untuk menang dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim.
"Kami akan terus mendekatkan diri dengan anak muda. Mereka merupakan generasi penerus yang harus diberi pengertian tentang politik," kata Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf, Kamis (15/2).
Gus Ipul mengatakan, banyak cara yang dilakukan untuk bisa mendekatkan diri pada pemuda, atau bisa dibilang pemilih pemula. Diantara upaya yang dilakukan yakni memasuki dunia internet, di sana (internet) tim Gus Ipul-Puti menawarkan program-program yang akan dibawa jika terpilih menjadi Gubernur mendatang.
Selain itu, Gus Ipul juga berupaya untuk mendatangi acara-acara anak muda, seperti acara HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas Airlangga (Unair), kemudian menghadiri acara di Universitas Widya Mandala (UWM), serta acara-acara lain yang berbagi anak muda.
Dalam setiap pertemuan, Gus Ipul mengaku terus mensosialisasikan program-program yang akan diterapkan di Jatim. Dalam setiap pertemuan, Gus Ipul selalu menekankan untuk melakukan 'Perubahan Berkelanjutan untuk Jawa Timur Makmur'. Proses perubahan dengan sistem ini sangat diperlukan, karena Jatim masih memiliki persoalan-persoalan yang harus dituntaskan.
"Ini (perubahan berkelanjutan) saya lakukan untuk mempertahankan capaian baik yang sudah di raih selama ini," ujarnya.
Meski demikian, Wakil Gubernur Jatim yang mengambil cuti ini menegaskan, ada beberapa tambahan yang dilakukan pihaknya supaya Jatim bisa lebih baik. Menurut dia, ada tiga strategi yang bisa membuat Jatim berubah secara total, yakni menjadikan SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai titik tumpu, gotong royong dan inovasi sebagai jalan, kemudian rakyat kecil dan komunitas menjadi penggerak utama.
Tiga strategi ini akan bergerak dan diaplikasikan menjadi sembilan agenda prioritas dan 33 janji kerja. Janji-janji inilah yang akan menjadi program untuk difokuskan serta di akselerasi. Dari berbagai program tersebut, diantaranya Dik Dilan (Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Trilun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), dan Madin Plus Berkelanjutan.
"Selain Madura, sisi selatan juga memerlukan perubahan supaya ada keseimbangan kesejahteraan masyarakat," terang dia.
Di sisi selatan, lanjut Gus Ipul, program realistis yang akan dipakai adalah memperbanyak UKM-UKM. Jujur, wilayah selatan masih sangat minim jumlah UKM. Untuk itu, wilayah tersebut masuk dalam kategori program khusus yang harus dibenahi dengan benar. Dengan begitu, perekonomian di Jatim akan seimbang.
"Kalau saya lihat di Selatan hanya ada pabrik besar seperti marmer, tetapi UKM-nya sedikit. UKM ini yang akan kami dorong supaya ekonomi masyarakat meningkat," jelasnya.
(mdk/paw)