LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gus Ipul klaim masa banjir di Jatim sudah bisa diatasi

Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk penanganan bencana.

2016-02-11 22:01:00
Banjir
Advertisement

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengklaim banjir yang tengah melanda beberapa wilayah di provinsi timur Pulau Jawa sepekan terakhir ini, sudah bisa teratasi. Bahkan, sebagian daerah sudah surut.

Dia mengatakan, Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk penanganan bencana.

"Intinya, semua (banjir) sudah bisa diatasi. Bahkan sekarang ada yang sudah surut. Penanganan bencana banjir ini, kita lakukan bersama BPBD (Badang Penanggulangan Bencana Daerah) kota dan kabupaten setempat, yang daerahnya digenangi banjir," kata Gus Ipul di sela sosialisasi program Gerakan Peduli Tetangga di Surabaya, Kamis (11/2).

Dia menyebut, langkah penanganan yang dilakukan Pemprov Jawa Timur bersama BPBD di antaranya; menyiapkan tempat penampungan, mengirim bantuan logistik, dan semua keperluan warga terdampak banjir, termasuk melakukan penanganan cepat untuk mengatasi masalah banjir.

"Untuk menangani masalah banjir, kita mengatasi dengan langkah cepat. Seperti di Sidoarjo misalnya. Ada DAM (pengendali aliran sungai) yang harus ditutup. Itu untuk menangani banjir di Sidoarjo, yang sekarang sudah mulai surut. Di Sidoarjo ini memang dulunya tidak pernah tapi sekarang banjir," ungkapnya.

Gus Ipul juga menyebut, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan disertai angin masih tinggi di bulan Februari ini. Akibatnya, beberapa daerah di Jawa Timur seperti Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Malang, Pasuruan, Bojonegoro dan Surabaya, digenangi banjir.

"Yang paling parah di Gresik. Untuk bencana longsor, laporan yang masuk terjadi di dua daerah, Pacitan dan Magetan. Makanya kita mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengantisipasi dengan cepat jika terjadi bencana alam ini, termasuk kemungkinan adanya longsor," katanya.

Selain itu untuk menangani bencana alam yang terjadi di Jawa Timur dari tahun ke tahun, pihaknya telah menyiapkan anggaran senilai Rp 1 miliar. "Anggaran ini, selalu kita siapkan untuk kondisi darurat, termasuk untuk menangani bencana banjir di daerah-daerah," lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menyebut banjir yang terjadi di wilayahnya, karena kurangnya serapan air. Daerah yang biasanya tidak digenangi banjir saat musim hujan tiba, di tahun ini mulai banjir. Seperti di Sidoarjo misalnya.

Soekarwo mengatakan, di kabupaten berjuluk Kota Udang ini, saat ini banyak berdiri perumahan dan gudang pabrik di sisi timur dan barat. Banyaknya bangunan-bangunan baru itu, tidak diimbangi dengan pengerukan dan pelebaran sungai, sehingga terjadi pendangkalan. Akibatnya, serapan air kurang dan saat hujan tiba, terjadi banjir.

"Dengan banyaknya bangunan, serapan air kurang. Kemudian terjadi pendangkalan sungai, air tidak bisa masuk semua dengan cepat dan meluber ke jalan dan rumah-rumah penduduk. Kalau tidak ada pelebaran dan perluasan air, maka dari tahun ke tahun akan tetap seperti ini (banjir)," terang Soekarwo.

Untuk itu, kata dia, Pemkab Sidoarjo harus memprioritaskan pembangunan rumah pompa. "Banjir di Sidoarjo ini, persis seperti di Surabaya saat wali kotanya, Pak Purnomo Kasidi. Kemudian banyak dibangun rumah-rumah pompa. Bahkan, kata Bu Risma (Tri Rismaharini), itu (rumah pompa) masih kurang dan perlu ditambah. Sidoarjo juga harus banyak membangunnya," lanjutnya.

Orang nomor satu di Jawa Timur ini juga meminta Kepala Dinas PU Pengairan Jawa Timur, Dahlan bertemu dengan Kepala Dinas Pengairan Sidoarjo untuk membahas masalah memperdalam dan memperluas saluran air.

"Untuk menyelesaikan masalah banjir ini, harus dipercepat penyedotan air menggunakan pompa, serta mengeruk dan melebarkan aliran sungai," pinta mantan Sekdaprov Jawa Timur ini.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.