Gus Ipul ingatkan warga Bawean: Jaga anak-anak dari tontonan porno
Gus Ipul ingatkan warga Bawean: Jaga anak-anak dari tontonan porno. Gus Ipul mengajak warga Pulau Bawean menjaga generasi muda dari tindak kekerasan seksual. Sebab, pulau terluar di Kabupaten Gresik itu, memiliki banyak destinasi wisata menarik turis asing dan mendorong munculnya asimilasi akulturasi budaya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak warga Pulau Bawean menjaga generasi muda dari tindak kekerasan seksual. Sebab, pulau terluar di Kabupaten Gresik tersebut, memiliki banyak destinasi wisata menarik turis asing dan mendorong munculnya asimilasi akulturasi budaya.
Alhasil, dari tahun ke tahun, kasus kekerasan perempuan dan anakpun terus meningkat. Berbagai kasus seksual yang ditangani kepolisian, kata Gus Ipul, rata-rata pelakunya mengaku terpengaruh film porno. Sebagai imbas masuknya budaya asing di Tanah Air, tak terkecuali di Pulau Bawean yang penduduknya dikenal religius.
"Ini karena teknologi yang semakin maju, budaya asing ikut mempengaruhi tradisi lokal. Untuk itu, mari kita jaga anak-anak kita dari tontonan gambar-gambar porno," kata Gus Ipul saat memberi sambutan di acara Selamatan Laut Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura, Selasa (18/10).
Pulau dengan dua kecamatan; Tambak dan Sangkapura ini, juga kerap menjadi rujukan wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Sebab, daerah yang sering disebut Pulau 99 Bukit ini memiliki destinasi wisata alam dan laut yang cukup ciamik.
Disebut Pulau 99 Bukit karena Pulau Bawean memiliki jumlah bukit yang cukup banyak. Karena masyarakatnya masih berpegang teguh pada nilai-nilai agama, merekapun menetapkan angka keramat umat muslim sebagai julukan, yaitu jumlah nama Allah SWT atau Asmaul Husnah.
Kondisi alam Bawean yang memikat inilah, kata Gus Ipul, meski harus dilalui dengan menyeberangi Laut Jawa sejauh 8 mil, tetap tak mengurangi minat wisatawan untuk datang. Budaya asingpun mudah masuk dan mempengaruhi pola pikir anak-anak.
Maka, kata Gus Ipul, agar para orangtua membentengi anak-anaknya dengan ilmu agama. "Mari kita persiapkan anak-anak, kita jaga dan rawat dari hal-hal tidak baik. Karena kasus kekerasan seksual ini terus meningkat seiring perkembangan teknologi," kata Gus Ipul mengingatkan.
Di acara syukuran nelayan bertema 'Laut Berkah, Hasil Melimpah' ini, Gus Ipul yang mengaku baru kali pertama datang di Bawean tersebut, juga berjanji akan ikut meningkatkan pariwisata Pulau Bawean dengan tetap menjaga kearifan lokal.
"Nanti kita akan diskusikan. Bawean ini punya potensi wisata bagus. Nanti kita akan bikin semacam festival-festival, misalnya Festival Bawean, agar nantinya makin banyak lagi yang datang," janjinya.
Sekadar tahu, para nelayan Pulau Bawean sudah berhasil mengekspor dua jenis lobsternya yang terkenal, yaitu Lobster Bambu dan Mutiara ke Singapura, Hong Kong dan Taiwan.
"Lobster di Bawean cukup bagus, karena pantainya masih bersih, belum tercemar kimia atau limbah industri. Perkilogramnya, para nelayan menjual lobsternya Rp 500 ribu," terang Kasi Oprasional Peabuhan OPT Pelabuhan, Konservasi Sumber Daya Perikanan dan Kelautan, Pemprov Jawa Timur, Mufid Supriyanto.
Selain hasil lobsternya yang memikat, Bawean juga terkenal dengan 10 destinasi wisatanya yang menarik. Yang pertama adalah Pulau Gili. Sebuah pulau kecil dengan pasir putihnya. Di lokasi ini, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sunset dan sunrise sambil menyicipi ikan bakar hasil laut para nelayan.
Destinasi berikutnya adalah Pulau Noko, yang keindahan alam bawah lautnya dengan ikan-ikan hias serta terumbu karang sangat menarik. Ada juga Pulau Noko Selayar. Tetangga Pulau Noko ini terdapat laguna cantik dengan pemandangan bukit-bukit hijau mirip pantai di Pulau Lombok.
Kemudian Tanjung Gaang, yang memiliki laut biru nan jernih dilengkapi rangkaian batu karang di tengahnya. Selanjutnya Pantai Ria yang berhias pelbagai batu hitam. Di tempat ini terdapat pengolahan ikan dan rumput laut.
Berikutnya Pantai Mayangkara. Konon, kali pertama pantai ini ditemukan oleh istri Sunan Giri, yaitu Siti Zaenab. Pantai ini juga disebut warga sekitar sebagai Pantai Bayangkara.
Lokasi wisata ketujuh adalah Pantai Kuburan Panjang. Di tempat ini juga bernilai sejarah, tentang kisah Pulau Bawean. Di tempat inilah disemayamkan Legenda Aji Soko, tokoh Babat Tanah Jawa, yang menyiptakan aksara Jawa: Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya.
Berikutnya lagi Danau Kastoba. Sebuah danau di tengah Pulau Bawean, yang memiliki mitos: Wanita haid dilarang datang. Jika dilanggar akan terkena sial.
Lokasi kesembilan adalah Air Terjun Laccar, yang memiliki ketinggian 20 meter dengan suasana dingin dan menyegarkan. Dan yang terakhir adalah tempat penangkaran Rusa Bawean. Hewan yang masih liar ini tergolong langka dan hampir punah.(mdk/dan)