Gus Ipul - Anas tunggu arahan kiai sepuh Jatim
Pendaftaran Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jawa Timur tinggal menghitung hari. Pembukaan pendaftaran pasangan bakal calon gubernur – wakil seperti di rilis KPU Jawa Timur akan dilaksanakan pada 8 Januari 2018
Pendaftaran Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jawa Timur tinggal menghitung hari. Pembukaan pendaftaran pasangan bakal calon gubernur – wakil seperti di rilis KPU Jawa Timur akan dilaksanakan pada 8 Januari 2018.
Jeda waktu tersebut, tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Abdullah Azwar Anas akan memanfaatkannya untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT dengan menggelar salat Istikharah.
"Menunggu hasil dari salat istikharah para kiai agar mendapat barokah dan diridhoi Allah SWT," kata Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Anas, Hikmah Bafaqih, Rabu (3/1).
Menurut Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Timur, istikharah yang dilakukan para kiai itu merupakan sebagai petunjuk, agar mendapatkan ridho dari Allah. Sehingga langkah yang dilakukan ke depan tidak keliru, dan bisa mewujudkan cita-cita sesuai harapan.
Kata Hikmah, sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur nantinya akan berkumpul di Surabaya. Namun demikian, istri mantan Ketua KPU Jatim periode 2009 – 2014 ini tidak menyebut siapa-siapa kiai yang akan mengadakan mujahadah itu.
“Nanti ada waktunya akan kita rilis. Saat ini biar semua fokus pada persiapan pendaftaran,” kata dia.
Lanjut Hikmah, sesuai dengan arahan bahwa untuk pendaftaran di KPU Jatim menunggu hasil dari para kiai setelah menjalankan istikharah.
"Gus Ipul dan Mas Anas ini juga dari hasil istikharah sesuai arahan para kiai sepuh di Jawa Timur. Jadi ini masih menunggu hasil dari para kiai (salat istikharah)" katanya.
Baca juga:
Dua jam rapat, Prabowo Cs belum bisa tentukan calon di Pilgub Jatim
Biaya pemeriksaan kesehatan peserta Pilkada di Jatim Rp 13 juta per calon
Yenny Wahid tolak pinangan Prabowo untuk maju Pilgub Jatim
Gerindra, PAN dan PKS kumpul di rumah Prabowo bahas Pilgub Jatim
PKB senang jika Yenny Wahid maju, suara perempuan di Jatim bisa pecah