LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gus Ipul: 7 Ribu kepala keluarga kena dampak banjir Trenggalek

Pemprov Jatim pastikan korban banjir bandang mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari.

2016-08-20 03:30:00
Banjir
Advertisement

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus memantau kondisi tanggap darurat atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Trenggalek, Jawa Timur. Sebanyak 7.000 KK atau 30 ribu jiwa terdampak akibat bencana yang tersebar di tiga kecamatan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf mengungkapkan, massa tanggap darurat berlaku selama 15 hari sejak kejadian. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganannya.

"Saya tadi ke lokasi untuk memastikan bahwa kondisi pasca bencana memang benar-benar aman. Selain itu melihat pemenuhan kebutuhan makan dan minumnya, kemudian obat-obatan, dokternya dan sarana air bersih untuk 7.000 KK yang terkena dampak banjir," jelas Syaifullah Yusuf di Ijen Suites Malang, Jumat (19/8).

Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kampak, Gandusari dan Progalan pada 15 Agustus lalu. Akibat kejadian tersebut satu orang meninggal dunia dan 7.000 KK atau 30 ribu terdampak bencana tersebut.

"Banjir sudah surut, tetapi warga belum bisa bekerja. Karena itu akan dibantu oleh pemerintah dan swasta yang dikoordinasikan oleh Bupati setempat," katanya.

Kata Gus Ipul, pemerintah setempat dengan dibantu masyarakat telah bekerja keras menangani bencana di saat warga lain sedang merayakan HUT Kemerdekaan. Penanganan sudah dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada istilah terlambat.

"Bupatinya responsif dan tanggap, saat kejadian berada di lokasi," katanya.

Bencana banjir melanda Kabupaten yang dipimpin oleh Emil Dardak itu saat dinihari. Banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi. Akibatnya, air turun dari daerah pegunungan dengan membawa material lumpur.

"Kasus di Trenggalek ini langsung dari Gunung, antara hulu dan kotanya lebih pendek. Cepat datang, tetapi air akan langsung hilang, bukan dari sungai," jelasnya.

Kata Gus Ipul, usai massa tanggap darurat selama 15 hari, selanjutnya masa rehabilitasi. Namun penanganan sementara masih difokuskan untuk massa tanggap bencana.

"Rehabilitasinya nanti memperbaiki jembatan yang jebol, beberapa jalan rusak, kemudian ada sekolahan yang juga rusak," katanya.(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.