Gus Dur dihina, ratusan Banser NU siaga di Jombang
Apel siaga pasukan Banser dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng, Jombang.
Pernyataan Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang dianggap menyudutkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus memantik reaksi di berbagai daerah. Hari ini (28/11), ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jombang, menggelar doa bersama di makam Gus Dur.
Tak hanya itu, mereka juga menggelar apel siaga pasukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng, Jombang, sebagai reaksi spontanitas terhadap keangkuhan Sutan yang menolak untuk meminta maaf.
Menurut Kepala Satuan Koordinator Cabang Banser Jombang, Muhyidin mengatakan, reaksi yang dilakukan sebagai bentuk protes kepada Sutan. "Saat ini, ada sekitar ratusan anggota Banser berada di Ponpes Tebu Ireng untuk apel siaga pasukan dan gelar doa bersama di makam Gus Dur," katanya, Rabu (28/11).
Selain itu, ratusan anggota Banser ini juga meminta restu kepada Pengasuh Ponpes Tebu Ireng, yang juga adik kandung Gus Dur, Salahuddin Wahid atau Gus Solah.
Sementara itu, menurut salah satu warga Desa Cermenan, Ngoro, Jombang, Pranoto yang turut berada di lokasi mengatakan, ratusan anggota Banser tersebut, juga akan menggelar turun jalan, untuk meluruskan masalah yang tidak lurus. "Mereka (anggota Banser) juga mendapat petuah khusus dari Gus Solah, kalau aksi yang dilakukan para anggota Banser hari ini, hendaknya tidak anarkis. Kata Gus Solah di hadapan para anggota Banser, agar aksi yang dilakukan benteng ulama tersebut tidak anarkis. Kami berharap teman-teman Banser tidak anarkis dalam demo," kata Pranoto sambil menirukan kalimat Gus Solah.
Sutan sebelumnya menyebut Gus Dur dulu lengser karena tersandung kasus korupsi Buloggate dan Bruneigate. Pernyataan Sutan itu memantik protes karena dinilai menghina nama baik Gus Dur.(mdk/has)