LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Guru SMAN 7 di Ternate yang pukul murid hingga tewas dipecat

Di sekolah itu kerap terjadi tindak kekerasan kalau sang kepala sekolah tak ada di tempat.

2015-10-16 13:08:25
Kekerasan Guru
Advertisement

Fajrin, guru honorer SMA Negeri 7 Pulau Moti, Kota Ternate, Maluku Utara, akhirnya dipecat. Dia memukul siswanya dengan kayu hingga tewas, hanya gara-gara tidak mengenakan batik saat upacara.

"Dia honor lepas dan sudah dipecat, dan saat ini menjalani proses hukum. Namun saat kejadian itu saya tidak ada di tempat jadi tidak tahu," kata kata Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Ternate, Ibrahim Mahmud, di Ternate, seperti dilansir dari Antara, Jumat (16/10).

Ibrahim mengutarakan, Fajrin awalnya tercatat sebagai honorer lepas diangkat oleh sekolah, buat menutupi kekurangan tenaga guru. Bahkan dia mengaku, kalau dia tidak berada di sekolah, maka sering terjadi tindakan kekerasan di sekolah tersebut. Karena itu, buat mengantisipasi hal ini tidak terulang ke depan, akan diberikan pembinaan kepada para guru yang ada di sekolah.

Selain itu, dari pihak keluarga korban, kata Ibrahim, telah memintanya memutasi enam guru lainnya dari sekolah itu.

"Selain memecat guru Fajrin, ada enam guru lainnya juga terancam dimutasikan ke sekolah lain. Ini sesuai permintaan dari pihak korban, karena keamanan juga tidak kondusif saya sudah sampaikan ke Kepala Dinas dan itu kewenangan Diknas," sambung Ibrahim.

Hanya saja, Ibrahim masih pikir-pikir melakukan mutasi karena jumlah tenaga pendidik di sekolahnya terbatas. Jika enam guru itu dipindahkan, maka akan sangat berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate, Mochdar Din, ketika dikonfirmasi menyatakan, sudah memerintahkan kepada Ibrahim mencopot Fajrin.

"Guru semestinya dapat memberikan pembinaan kepada siswa sesuai dengan fungsi pendidikan yang benar-benar diharapkan, atau sesuai dengan konsep pendidikan sekarang, yakni transfer intelejensi yang disertai dengan karakter yang juga harus diikutsertakan dalam konsep pendidikan," kata Mochdar.

Baca juga:
Hanya gara-gara batik, siswa SMA Ternate tewas di tangan guru

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.