LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Hingga 1.500 Meter

"Awan panas guguran yang pertama terjadi pada pukul 02.03 WIB dengan amplitudo 40 milimeter selama 134 detik dan estimasi jarak luncur 1.300 meter," demikian laporan BPPTKG

2021-03-22 12:33:06
Gunung Merapi
Advertisement

Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas guguran (APG) sebanyak dua kali. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan jarak luncur awan panas guguran mencapai 1.500 meter mengarah ke barat daya.

"Awan panas guguran yang pertama terjadi pada pukul 02.03 WIB dengan amplitudo 40 milimeter selama 134 detik dan estimasi jarak luncur 1.300 meter," demikian laporan BPPTKG melalui siaran pers, Senin (22/3).

Sementara awan panas guguran kedua terjadi pukul 05.11 WIB dengan amplitudo 48 milimeter selama 150 detik. Estimasi jarak luncur awan panas guguran kedua ini sejauh 1.500 meter.

Advertisement

BPPTKG mencatat, dari segi meteorologi yang dipantau sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB cuaca di kawasan Gunung Merapi berawan, mendung dan hujan. Sementara itu, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

"Selanjutnya suhu udara 14-21 °Celcius, kelembaban udara 75-96 %, dan tekanan udara 565-700 mmHg. Volume curah hujan 3 milimeter per hari," jelas BPPTKG.

BPPTKG melanjutkan, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan sejak 5 November 2020 hingga hari ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. Karena itu, BPPTKG menetapkan Gunung Merapi dalam level III atau 'Siaga'.

Advertisement

Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Lantaran ada potensi bahaya, BPPTKG meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah rawan bahaya tersebut.

"Selalu waspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan sementara. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi,"

Baca juga:
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar, BPPTKG Imbau Hal Ini
Gunung Merapi Luncurkan 17 Kali Guguran Lava Pijar
Labuhan Gunung Merapi Hanya Diikuti Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
Jumat Pagi, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas Sejauh 1 Km
Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas Sejauh 1,2 Kilometer

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.