Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu Potensi Terjadi
Awan panas guguran Gunung Merapi tersebut mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur 200-1.000 meter. Terakhir, awan panas terjadi pukul 07.32 dengan jarak luncur 200 meter.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas akibat guguran di gunung tersebut, Senin (18/2) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat enam kali guguran pada periode pukul 06.00-07.32.
Awan panas guguran Gunung Merapi tersebut mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur 200-1.000 meter. Terakhir, awan panas terjadi pukul 07.32 dengan jarak luncur 200 meter.
"Telah terjadi awan panas guguran di Gunung #Merapi pada pukul 7.32 dengan jarak luncur 200 m ke arah Kali Gendol dan tinggi asap 400 m," tulis BPPTKG dalam akun Twitternya, Senin.
Sementara, lima luncuran awan panas lainnya terjadi pukul 06.05, 06.13, 06.24, 06.25 dan 06.28. Jarak luncur maksimum awan panas Gunung Merapi ini mencapai 1 kilometer ke arah Kali Gendol.
BPPTKG menjelaskan, awan panas guguran dan guguran lava ini berpotensi menimbulkan hujan abu.
"Sehingga #WargaMerapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," imbaunya.
Baca juga:
Jalur Evakuasi Lereng Merapi di Klaten Rusak Parah Sepanjang 7 Kilometer
Sempat Terjadi Awan Panas Guguran, BPPTKG Sebut Kubah Lava Merapi Stabil
Aktivitas Merapi Meningkat, BPBD Klaten Siapkan Jalur Evakuasi
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Sekitar Diminta Waspada
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas
Gunung Merapi 15 Kali Muntahkan Guguran Lava Pijar