Gunung Karangetang siaga, warga diimbau tidak mendaki
Sejak dini hari tadi, asap putih tebal dan lava terus keluar dari puncak.
Gunung api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara berstatus siaga. Sejak dini hari tadi, asap putih tebal dan lava terus keluar dari puncak. Masyarakat dan wisatawan pun diimbau tidak mendaki Gunung Karangetang hingga melebihi ketinggian 500 meter dari permukaan laut.
"Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendaki. Terjadi aliran lava menerus sejauh 650 meter dari puncak, dari ujung lidah lava tampak guguran sejauh 2000 meter," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis, Senin (1/10).
Selain itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap bahaya guguran awan panas. Utamanya di Kampung Mini, Kinali dan Winangun di bagian Barat, Dusun Kola-kola, Dusun Dompas, dan Kampung Kopi di bagian Selatan.
"Juga agar masyarakat waspada terhadap ancaman bahaya lahar, khususnya yang bermukim dan beraktivitas di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Karangetang," lanjutnya.
Guguran dari lidah lava, juga masuk ke Kali Batang sejauh 800 meter dan ke Kali Keting sejauh 1500 meter. Guguran kubah dari puncak masuk Kali Beha dan Kali Batang sejauh maksimum 1500 meter dari puncak.
Saat ini, BNPB masih mencatat adanya aktifitas gempa, berupa tremor menerus, gempa fase banyak, dan dua gempa vulkanik dangkal.(mdk/did)