Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Bandara Wunopito Lembata Ditutup Akibat Abu Vulkanik
Menurutnya, Notice To Airmen (Notam) dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan yang berisikan informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan.
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pagi tadi kira-kira pukul 09.45 Wita. Ketinggian kolom abu mencapai lebih kurang 4.000 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan barat.
Pantauan BMKG Stasiun El Tari Kupang terhadap penerbangan dari dan ke Lembata terganggu, akibat terdampak abu vulkanik.
"Berdasarkan data satelit ini, dipastikan bahwa salah satu bandara terdampak adalah bandara Wunopito Lewoleba. Notam sudah diterbitkan Kemenhub, karena yang sudah terjadi adalah debu vulkanik sudah terjadi di Bandara Wunopito," kata Focaster BMKG Stasiun El Tari, Sulton Kharisma, Minggu (29/11).
Menurutnya, Notice To Airmen (Notam) dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan yang berisikan informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan.
"Informasi Notam penutupan bandara Wunopito/Lewoleba mulai 12.58 Wita hingga 17.00 Wita (operasional bandara) hari ini," tutup Sulton.
Baca juga:
Status Gunung Ili Lewotolok Naik Jadi Siaga, Warga Diminta Waspada Ancaman Lahar
Gunung Api Ili Lewotolok Erupsi, Zona Bahaya Hingga 2 Km
Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Wilayah Lembata Hujan Abu
Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Bandara Wunopito Lembata Ditutup Akibat Abu Vulkanik
Minggu Pagi, Gunung Ili Lewotolok NTT Erupsi & Tinggi Kolom Abu 4.000 Meter
Erupsi Gunung Ili Lewotolok Tak Berdampak Kepada Masyarakat
Gunung Ili Lewotolok NTT Erupsi, Status Waspada