LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gunung Agung Kembali Lontarkan Material Pijar hingga 700 Meter

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Kasbani, kolom abu erupsi tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api Rendang karena tertutup kabut.

2019-06-13 08:19:56
Gunung Agung
Advertisement

Gunung Agung di Provinsi Bali mengalami erupsi pukul 01.38 WITA, dengan ketinggian kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter berdurasi 3 menit 53 detik.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Kasbani, kolom abu erupsi tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api Rendang karena tertutup kabut.

Kasbani menyebutkan saat erupsi, Gunung Agung juga melontarkan material pijar ke segala arah dengan jarak lontaran lebih kurang 700 meter.

Advertisement

"Sampai saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga)," kata Kasbani dalam keterangan resminya, Kamis, (13/6).

Untuk itu, PVMBG meminta agar masyarakat di sekitar gunung, pendaki, pengunjung, dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya.

"Zona bahayanya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung," ujar dia.

Advertisement

Kasbani menerangkan, zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi, serta dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.

Bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung, Kasbani memperingatkan agar mewaspadai ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan. Ini terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

"Area aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung," ujar Kasbani.

Peringatan keselamatan jalur penerbangan, kata dia, telah diterbitkan oleh PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM dengan kode warna orange pada tanggal 12 Juni 2019.

Reporter: Arie Nugraha
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Gunung Agung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.000 Meter
Gunung Agung Erupsi, 9 Desa Diselimuti Hujan Abu dan Pasir
Terdengar Suara Gemuruh, Gunung Agung Kembali Erupsi
Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter
Malam Ini Gunung Agung Kembali Erupsi
Gunung Agung Kembali Erupsi, Suara Dentuman Terdengar di Pos Rendang

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.