Gunung Agung erupsi, 22 penerbangan di Ngurah Rai dibatalkan
Gunung Agung menyemburkan asap tebal disertai abu vulkanik. Adanya peningkatan aktivitas ini membuat 22 penerbangan dibatalkan di Bandara Internasional Ngurah Rai.
Gunung Agung menyemburkan asap tebal disertai abu vulkanik. Adanya peningkatan aktivitas ini membuat 22 penerbangan dibatalkan di Bandara Internasional Ngurah Rai.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan0 gunung yang berada di Karangasem itu terus mengalami erupsi dan peningkatan aktivitas hingga pagi ini, sekira pukul 05.05 WITA.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara Herson mengatakan ada empat maskapai yang melakukan pembatalan penerbangan. Maskapai itu, yakni KLM, Jet Star, Air Asia dan Virgin Air.
"Dari maskapai ditotal seluruhnya ada 22 penerbangan lakukan pembatalan. Khusus yang akan berangkat dari Bali ada empat pesawat membatalkan penerbangan," tutur Herson di Bandara Ngurah Rai Bali, Minggu (26/11).
Diyakininya sejak pukul 06.00 waktu setempat kondisi penerbangan di Bandara Ngurah Rai mulai berjalan normal. Dirinya juga memastikan untuk saat ini belum ada hal yang membuat Bandara Ngurah Rai harus tutup akibat abu Vulkanik Gunung Agung.
Menurut GM Airnav Ngurah Rai Bali, Eko Setiawan penutupan bandara terkait erupsi Gunung Agung harus melalui berbagai pertimbangan dengan menerima masukan atau pendapat pihak pemangku kebijakan otoritas bandara.
"Dari penjelasan pihak BMKG serta stakeholder otoritas di bandara, belum memungkinkan kita lakukan penutupan," terang Eko.
Beberapa hal yang menjadikan bandara harus tutup akibat bencana disebutkannya bila ada keretakan landasan pacu akibat gempa. Hal lain bila abu vulkanik sudah masuk ruang udara batasan di bandara.
"Juga akibat curah hujan yang mempengaruhi jarak pandang pilot menyebabkan kemungkinan bandara ditutup. Saat ini abu vulkanik belum masuk areal bandara," terangnya.
Sebelumnya, Sutopo menjelaskan, pagi tadi, Gunung Agung membumbungkan asap hingga 2.000 meter di atas puncak. Aktivitas meningkat sekitar pukul 00.00 WITA hingga 06.00 WITA. Kemudian pada pukul 05.45 WITA diperkirakan asap semakin tinggi hingga 3.000 meter.
Sutopo mengungkapkan, zona bahaya akan diperluas melihat terus meningkatnya aktivitas Gunung Agung. Zona bahaya ditambah cakupannya ke arah Utara-Timur Laut dan Tenggara-Selatan-Barat Daya sejauh 7,5 kilometer.
"Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi, dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual dan terbaru," tutupnya.(mdk/did)