LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gula semut asal Cilongok Banyumas diperkenalkan di pasar ASEAN

Pengunjung Asean Expo Bangkok nampak antusiasme di stan gula semut.

2015-08-20 12:20:41
Produk Indonesia
Advertisement

Gula semut berbahan dasar sari nira kelapa yang dibuat perajin gula kelapa di Cilongok Banyumas Jawa Tengah, dinilai memiliki pasar potensial di negara Asia Tenggara.

Potensi tersebut terlihat dari antusiasme pengunjung yang merespons positif produk gula semut asal Cilongok Banyumas Jawa Tengah, dalam gelaran Asean Regional Expo on Community Product yang digelar tanggal 8 sampai 16 Agustus 2015 di Bangkok, Thailand. Gula semut dari Cilongok Banyumas tersebut merupakan satu dari berbagai produk unggulan asal Jawa Tengah lainnya.

"Kami bangga produk perajin gula kelapa yang dikemas dalam bentuk gula semut ikut dipajang dalam kegiatan di tingkat ASEAN," kata Ketua Koperasi Nira Satria Banyumas nartam Andrea Nusa, Kamis (19/8).

Produk kerajinan usaha rumahan tersebut dipromosikan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, untuk memperluas peluang bisnis produk gula semut supaya dikenal di negara tetangga. Selain memberikan peluang, Nartam berharap pameran tersebut bisa membangun jaringan komunitas di antara negara Asean.

"Kami berharap dengan membangun komunitas dapat memperbanyak supplier gula semut di setiap negara-negara Asean, begitu juga sebaliknya sehingga dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar produk. Selain itu dengan membangun komunitas tersebut, juga bisa dilakukan edukasi dan peningkatan sumber daya manusia," ujarnya.

Sementara itu, menurut pedagang gula semut asal Cilongok, Arbi Anugrah (32) mengaku ada beberapa persoalan untuk dapat mengakses pasar internasional, seperti kualitas dan kemasan produk yang mencantumkan bahasa pasar tujuan.

"Sampai saat ini, saya telah memasarkan gula semut dengan menggunakan jejaring online, respons pasar ternyata cukup prospektif untuk pasar dalam negeri. Tetapi, untuk pasar internasional masih sulit karena informasi produk yang tercantum dalam kemasan masih berbahasa Indonesia, padahal pembeli menghendaki bahasa asing," paparnya.

Baca juga:
Orang Indonesia terbiasa rekomendasikan merek yang disukai
Dalam memilih barang, orang Indonesia tak mau ketinggalan zaman
BCA didaulat jadi merek paling mahal di Indonesia
Hadapi pasar bebas ASEAN, rakyat diajak beli produk lokal
Jamu Tolak Angin disebut bisa sebabkan kanker di Amerika Serikat

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.