Gubernur Sumut tetapkan pegawai RS Haji harus beragama Islam
Pemprov Sumut sependapat jika tampilan RS Haji Medan benar-benar islami dengan memperlihatkan berbagai identitas Islam.
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menyetujui usulan agar seluruh pegawai dan tim medis di Rumah Sakit Haji Medan harus beragama Islam.
Informasi dari Antara, Selasa (8/7) Dalam nota jawaban terkait pembahasan Ranperda tentang Organisasi dan Tata Kerja RS Haji Medan yang diperoleh di DPRD Sumut di Medan, Selasa, gubernur menyebutkan bahwa hal itu sesuai dengan latar belakang dan sejarah berdirinya RS Haji Medan.
Dengan kebijakan tersebut, katanya, diharapkan identitas dan kekhususan RS Haji Medan yang didirikan dan dibangun dari dana infak jamaah haji Sumut tidak hilang.
Bahkan, katanya, Pemprov Sumut sependapat jika tampilan RS Haji Medan benar-benar islami dengan memperlihatkan berbagai identitas keislaman, terutama ornamen yang ada dalam ruangan.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada kesan bagi masyarakat jika unit pelayanan kesehatan yang berlokasi di sekitar kampus Universitas Negeri Medan (Unimed) itu adalah RSU yang bebas.
Pemprov Sumut juga akan mendalami tolak ukur pengelolaan RS tersebut berdasarkan syariat Islam, baik bagi kalangan manajemen, tenaga medis, mau pun pegawai.
Sebelumnya, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan agar Pemprov Sumut membuat ketentuan supaya seluruh pegawai RS Haji Medan harus beragama Islam, termasuk dokter yang bertugas.
Menurut Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sumut Hosen Hutagalung, usulan tersebut muncul karena adanya kosakata "haji" dalam nama institusi pelayanan kesehatan itu sehingga tidak ada kesan bagi RS Haji adalah lembaga umum.
Apalagi jika dikaitkan dengan sejarah pendirian RS Haji yang menjadi kebanggaan umat Islam di Sumut karena didirikan atas inisiatif jamaah haji pada tahun 1990.(mdk/hhw)