Gubernur Sumsel Ancam Tutup Tempat Wisata yang Gagal Kendalikan Kerumunan
Pengelola tempat wisata wajib menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. Bagi yang tak bisa dan gagal mengendalikan kerumunan, tempat wisata itu akan ditutup.
Pengelola tempat wisata wajib menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. Bagi yang tak bisa dan gagal mengendalikan kerumunan, tempat wisata itu akan ditutup.
Ancaman tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai peringatan keras bagi seluruh pengelola tempat wisata. Dia tak ingin tempat menjadi klaster baru dalam penularan virus Corona akibat kerumunan massa.
"Saya memberikan warning kepada seluruh pengelola tempat wisata dan tadi sudah ada mandat secara khusus," tegas Deru, Senin (17/5).
Deru menyebut sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak tegas tempat wisata yang melanggar. Penutupan sementara hingga permanen diberlakukan sesuai pelanggaran yang dilakukan.
"Jangan ragu-ragu, karena ini untuk proteksi kita," tegasnya.
Sementara di pusat perbelanjaan modern atau mal, Deru menyebut akan dikontrol secara khusus oleh Satgas. Pengelola mal juga harus mengatur sedemikian rupa untuk mencegah kerumunan pengunjung.
"Pengelola mal saya minta agar mengatur pengunjung tidak berkerumun, satgas juga harus optimalkan pengawasan," ucapnya.
Baca juga:
Kunjungan Wisatawan ke Malioboro Menurun Drastis Selama Libur Lebaran
Ketua Fraksi PAN DPRD Banten 'Mewakili' Warga Liburan di Anyer: Cuma Bercanda
Viral Anggota DPRD Banten dari PAN Wakilkan Warganya Liburan ke Anyer
Pemprov Jabar: Wisata akan Dibuka Lagi Jika Patuh Protokol Kesehatan
8 Wisata Anak di Bandung yang Menghibur dan Bikin Betah, Wajib Dikunjungi