Gubernur Jabar Minta Pemerintah Hapus Libur Panjang
Permasalahan dalam peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Barat adalah karena libur panjang.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memohon agar pemerintah pusat tidak kembali memberikan libur panjang kepada masyarakat. Libur panjang menurutnya bisa memicu peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan seperti yang saat ini sedang terjadi.
Lelaki yang biasa disapa Emil ini menyatakan bahwa selama ini 3T (tracking, tracing, treatment) sudah dilakukan dengan baik di Jawa Barat. Namun yang menjadi permasalahan dalam peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Barat adalah karena libur panjang.
“Jadi problem kita hari ini karena libur panjang, itu aja. Kalau tidak ada libur panjang, tidak ada begini-begini (peningkatan kasus, penyiapan ruang isolasi khusus di desa) itu ga ada,” ujarnya di Garut, Jumat (25/6).
Ia mengungkapkan bahwa sebelum libur panjang terjadi di Indonesia, tingkat keterisian ruang isolasi dan perawatan Covid-19 di rumah sakit di bawah 30 persen. Lebih dari itu, pihaknya bahwa sempat membubarkan relawan dokter dan tenaga kesehatan karena tidak adanya pasien. Bahkan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) mikro pun dianggap berhasil.
“Dikasih libur mudik, kunjung mengunjungi, ziarah, bom terjadilah kedaruratan. Jadi situasi ini karena dikasih libur panjang. Maka permohonan kami dari daerah ke pusat, tolong setelah ini jangan dikasih libur panjang lagi (yang bersamaan). Karena itu akan merusak proses yang sudah bagus ini jadi terkendala,” ungkap Emil.
Baca juga:
Viral Dua Orang Berpakaian APD Bopong Jenazah Diduga Pasien Covid-19
Kemenkes Bentuk Tim Dispute Provinsi, Selesaikan Polemik Klaim RS Rujukan Covid-19
Rusun Pasar Rumput jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala
Irjen Fadil Imran sebut Pasien Covid-19 Bisa Gunakan Ambulans Polda Metro: Lapor TMC
Ini 13 Mal di Jakarta Buka Layanan Vaksinasi Covid-19
92 Siswa Satdik 2 TNI AL di Makassar Positif Covid-19