Gubernur Bali sebut banyak warga ngemis karena mentalnya miskin
"Mereka sengaja mengemis. Saya tidak setuju kalau dibilang budaya miskin tapi mental miskin," ujar Gubernur Pastika.
Fenomena kemiskinan di Bali, tidak lepas dari masalah mental manusianya yang sudah menikmati kemiskinan. Dikatakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dengan mencontohkan keberadaan para gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Bali.
Ini diungkapkan Gubernur di sela acara simakrama di wantilan DPRD Bali. Katanya, selama ini melihat banyak pengemis yang mulai marak hingga masuk-masuk ke perkantoran. Dirinya mengira kalau yang dimaksud berasal dari luar Bali.
Namun setelah diperhatikan, belakangan dia mengetahui jika asal mereka juga ada dari Bali. "Saya pikir, para gepeng itu dari Jawa, ternyata belakangan saya tahu orang Bali juga ada. Bahkan ada juga yang minta-minta di kantor," ujarnya.
Fenomena ini dirasakan miris oleh Pastika. Apalagi Bali yang begitu terlihat makmur di mata dunia, justru ada orang Bali yang mengemis di Bali.
Menurutnya, masyarakat Bali yang menjadi gepeng bukan karena miskin, melainkan terpengaruh mental. "Itu bukan karena mereka miskin, itu karena kita punya mental miskin. Mereka sengaja mengemis. Saya tidak setuju kalau dibilang budaya miskin tapi mental miskin," jelasnya.
Tak hanya itu, sikap para gepeng juga tergolong pintar dengan mengelabui para petugas. "Kalau sudah banyak uangnya, sengaja untuk ditangkap oleh Satpol PP," sentilnya.(mdk/hhw)