LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Goyang Yogya 24 tahun, dangdutan Purawisata akhirnya tutup

Lokasi panggung akan diganti dengan hotel berbintang sesuai keinginan pemilik.

2013-04-30 18:23:47
Musik Dangdut
Advertisement

Setelah beroperasi selama 24 tahun, panggung dangdut Purawisata Yogyakarta akhirnya ditutup. Tadi malam Senin (30/4) digelar konser terakhir. Konser itu juga bertepatan dengan ulang tahun Purawisata yang ke-24 tahun. Lokasi panggung akan diganti oleh hotel bintang tiga dan bintang empat sesuai keinginan pemiliknya.

Manager Program Hiburan Purawisata Isnur Wedoyono atau Wedo (46) menjelaskan, sejak 1989 Purawisata menjadi barometer hiburan dangdut di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Menurut Wedo, jumlah penonton dangdut tidak pernah surut dari waktu ke waktu. Dia menuturkan, dangdut Purawisata adalah hiburan untuk masyarakat kelas bawah seperti halnya Taman Hiburan Rakyat di Surabaya, Sri Wedari di Surakarta, dan Wonderia di Semarang.

"Jumlah penonton terbanyak pada tahun 2000-2008, semalam bisa mencapai 2.000-2.500 penonton. Saat itu harga tiket Rp 6 ribu. Saat ini harga tiket Rp 15 ribu untuk malam minggu dan Rp 10 ribu saat malam reguler, tapi penontonnya bisa mencapai 600 orang," kata Wedo saat dihubungi merdeka.com pada Selasa (30/4) sore.

Masih banyaknya penggemar dangdut di Yogyakarta ini, menurut Wedo, karena memang memiliki penggemar yang sudah mengakar di masyarakat. Dalam penjelasan Wedo, penggemar dangdut itu berada di sekitar Yogyakarta, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Klaten, Muntilan, Magelang, hingga Wonosobo.

Artis yang manggung dalam jadwal tiga malam di Purawisata rata-rata artis sekitar Yogyakarta. Dalam managemen Purawisata yang berada di bawah PT Ganesha Dwipaya bakti sistemnya bagi hasil dengan artis, 60 persen untuk Purawisata dan 40 persen untuk artis.

"Dengan sistem itu, grup dangdut dan artis malah senang, karena rata-rata yang manggung di situ tidak mencari uang di situ, mereka hanya cari eksistensi saja. Nanti saat ada acara nikahan atau di kafe baru akan mahal harganya," ujar Wedo lebih lanjut.

Sedangkan dari segi penonton, menurut Wedo, tidak pernah mengeluh meski harga tiket dinaikkan. Menurut Wedo, rata-rata penggemarnya kelas bawah dan menengah Yogyakarta yang ingin mencari hiburan yang murah, meriah, dan tanpa harus ke tempat yang jauh.

Tadi malam saat konser penutupan panggung dangdut, Wedo menurturkan, penonton yang datang mencapai 700 orang. Meski secara bisnis dangdut Purawisata tidak merugi, sebagai karyawan, Wedo tidak bisa berbuat apa-apa. Menurutnya penutupan status panggung dangdut Purawisata adalah keputusan pemilik.

"Sudah 24 tahun kami mengabdi di bidang dangdut, apa salah kalau kami ganti jenis usaha lain? Semoga ada yang mau mencari lokasi untuk menampung peminat dangdut di Yogyakarta," kata Wedo sambil berharap.(mdk/tts)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.