Gowes sepeda 34 KM, Kakorlantas sebut tol Solo-Colomadu bisa dilalui pemudik
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa mempertimbangkan menutup tol fungsional Solo-Colomadu ini pada malam hari. Sama seperti tol fungsional Batang-Semarang.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pengerjaan tol fungsional Solo-Colomadu sudah 90 persen. Itu dikatakan usai melakukan pemantauan dengan menggowes sepeda sepanjang 34 kilometer.
"Saya melihat kurang lebih jalan yang sudah rigid 90-an persen ya," kata Royke di gerbang pintu tol fungsional Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (2/6).
Pantauan merdeka.com, jenderal bintang dua tersebut menggowes sepeda bersama dengan anak buahnya dan jajaran Jasa Raharja. Banyak jalur yang curam dilalui Royke bersama rombongan. Royke menyebut 10 persen jalan yang belum selesai diperkirakan rampung pada Selasa (5/6) atau H-10 Lebaran.
"Mudah-mudahan yang 10 persen masih bisa terkejar H-15. Paling lambat H-10 tanggal 5 Juni dan saya optimis sih saya lihat itu. Hanya saja yang agak krusial jembatan Kenteng itu. Karena harus lewat jalannya memang satu lajur, terus grid elevasinya 10 sampai 15 derajat itu memang rawan tanjakan agak berat. Kalau hujan pasti licin," sebutnya.
Pihaknya mempertimbangkan menutup tol fungsional Solo-Colomadu ini pada malam hari. Sama seperti tol fungsional Batang-Semarang.
"Lihat situasi. Kalau arteri lancar malam tidak usah difungsikan. Karena belum ada penerangan dan infrastruktur dan instrumen keselamatan yang lain," ucapnya.
Di sepanjang tol fungsional ini akan disediakan dua tempat peristirahatan. "Nanti kita lihat situasi kalau memang mungkin sebagian besar kita akan lewatkan arteri saja. Kita lihat situasi karena toh jalan arteri Salatiga-Solo tidak begitu padat di kesehariannya. Rest area saya lihat ada dua sementara yang dikerjakan ya. Saya pikir itu cukup memadai," ungkapnya.