LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gotong Tepekong di perayaan Cap Go Meh terganggu orang menyeberang di JPO

Gotong Tepekong di perayaan Cap Go Meh terganggu orang menyeberang di JPO. Sewaktu arak-arakan berjalan lewati jembatan penyeberangan, banyak yang meneriaki orang yang tengah berjalan di atas jembatan. Sorak-sorai bernada kesal ditujukan kepada setiap orang yang berusaha melintas di jembatan tepat di atas arak-arakan.

2018-03-04 17:41:47
Cap Go Meh
Advertisement

Perayaan Cap Go Meh di Glodok, Jakarta Barat, Minggu (4/3), berlangsung meriah dengan diisi berbagai macam kesenian. Tentunya kebudayaan masyarakat Tionghoa tak luput menjadi daya tarik masyarakat seperti pertunjukan barongsai. Dalam perayaan ini ada juga tradisi Gotong Tepekong, atau Toa Pe Kong, prosesi memanggul seperti kursi-kursi yang dianggap membawa arwah.

Pantauan merdeka.com, puluhan klenteng mini itu diarak dan dibawa oleh para warga keturunan Tionghoa. Maksud daripada prosesi ini adalah untuk membuang sial.

Sewaktu arak-arakan berjalan melewati jembatan penyeberangan, banyak yang meneriaki orang yang tengah berjalan di atas jembatan. Sorak-sorai bernada kesal ditujukan kepada setiap orang yang berusaha melintas di jembatan tepat di atas jalur jalannya Toa Pe Kong.

Advertisement

"Wooo, minggir," teriak warga dengan kesal. Maka dari itu, diberikan ruang beberapa meter di jembatan penyeberangan yang tak boleh dilewati.

gotong tepekong di perayaan cap go meh ©2018 Merdeka.com/ahda bayhaqi


Edo (40), salah seorang warga keturunan Tionghoa, menjelaskan, dalam prosesi ini dianggap sakral. Arak-arakan tersebut haram jika dihalangi jalurnya meski tak berada di depannya langsung. Dia menyebut dalam kelenteng kecil itu, membawa arwah leluhur.

Advertisement

"Ada roh gitu, jadi enggak boleh dilangkahi," kata dia ditemui di lokasi.

Dia percaya bahwa yang menggerakkan klenteng kecil itu bukanlah tangan manusia. Melainkan, arwah yang dipercaya berada di atas klenteng yang menyerupai kursi itu. Karena itu tak boleh manusia melintas atau mengganggu.

gotong tepekong di perayaan cap go meh ©2018 Merdeka.com/ahda bayhaqi


"Arak-arakan arwah, enggak boleh (orang di atas)," ucapnya.

Dalam karnaval ini, panitia menyediakan 24 mobil besar yang berkonvoi dari depan LTC Glodok melewati Jalan Hayam Wuruk. Tak hanya perayaan ala Tionghoa, berbagai macam kesenian nusantara turut memeriahkan acara.

Sejumlah tokoh nasional hadir seperti Menko PMK Puan Maharani, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Anggota Wantimpres Agum Gumelar.

Baca juga:
Aryo Djojohadikusumo: Perayaan Cap Go Meh di Glodok wujud keberagaman Jakarta
Karnaval Cap Go Meh, Menko Puan naik replika kapal Laksamana Cheng Ho
Beri sambutan di karnaval Cap Go Meh, OSO & Agum Gumelar gunakan bahasa Mandarin
Ketika warga teriaki bus Transjakarta yang lewat saat karnaval Cap Go Meh
Hadiri karnaval Cap Go Meh, ketua DPR, MPR dan DPD naik mobil golf
Marching Band Remaja Masjid ikut meriahkan Karnaval Cap Go Meh di Glodok
Antusiasme warga nonton perayaan Cap Go Meh di Glodok

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.