Gizi buruk hantui kesehatan balita di Purbalingga
Walaupun masih ada 16 kasus gizi buruk, perkembangan angka gizi buruk di Purbalingga semakin menurun. Hanung mengungkapkan, prevalensi gizi buruk di kabupaten Purbalingga dibawah satu persen, kemudian prevalensi gizi kurang dibawah 2 persen.
Kasus gizi buruk pada balita masih jadi masalah di Kabupaten Purbalingga. 16 balita tersebar di 8 kecamatan terdata masih mengalami gizi buruk.
Berdasarkan data Dinkes Purbalingga, selama tahun 2017 telah terjadi 58 kasus gizi buruk. Kasus tersebut tersebar di 12 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Purbalingga. Kasus yang sudah tertangani sebanyak 42 kasus.
"Ke 16 balita tersebut, bukan tidak ditangani oleh Dinkes. Kami sudah tangani tetapi masih saja mengalami gizi buruk," kata Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono, Sabtu (20/1).
Dia mengatakan, terkait dengan pengentasan kasus gizi buruk, telah dilakukan pengobatan gizi buruk. Selain itu mereka juga telah pemberian makan tambahan anak sekolah (PMTAS) dan mendorong pemberian ASI ekslusif.
Walaupun masih ada 16 kasus gizi buruk, perkembangan angka gizi buruk di Purbalingga semakin menurun. Hanung mengungkapkan, prevalensi gizi buruk di kabupaten Purbalingga dibawah satu persen, kemudian prevalensi gizi kurang dibawah 2 persen.
"Ditingkat Jawa Tengah, target gizi buruk di bawah lima persen dan target gizi kurang, dibawah 15 persen," ungkapnya.
16 balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Purbalingga, rinciannya berada di Kecamatan Mrebet sebanyak 6 kasus. Di Kecamatan Kemangkon, Pengadegan, Karangmoncol masing-masing 2 kasus. Dan di Kecamatan Bukateja, Kejobong, Purbalingga dan Kalimanah masing-masing 1 kasus.
Baca juga:
Polda Papua gelar pengobatan untuk penderita gizi buruk dan campak di Asmat
Anak-anak korban gizi buruk di Asmat dievakuasi ke RSUD Agats
Polda Papua evakuasi warga Asmat yang kena gizi buruk dan campak
Kemensos terjunkan tim tangani campak dan gizi buruk di Asmat
Dokter TNI terjun langsung periksa kesehatan anak-anak Asmat
Beri bantuan, Kapolda Papua jenguk korban campak dan gizi buruk di Asmat