LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gita Wirjawan siap dipanggil Timwas Century DPR

Gita membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya.

2013-02-07 16:04:07
Kasus Century
Advertisement

Menteri Perdagangan yang juga bos PT Ancora Capital Gita Wirjawan mengaku siap memenuhi panggilan tim pengawas Century DPR. "Saya kalau dipanggil, saya siap," ungkap Gita saat ditemui di Halim, Jakarta, Kamis (7/2).

Gita mengatakan, pihaknya sudah menjelaskan sekaligus mengklarifikasi tudingan yang dialamatkan ke dirinya mengenai keterlibatannya dengan kasus Century. Gita juga bakal menjelaskan hal yang sama jika DPR menanyakan keterlibatannya.

"Saya akan jelaskan apa sebenarnya dan saya sudah pernah menjelaskan sebelumnya, saya bukan pemilik secara langsung ataupun tidak langsung. Ini yang dilakukan oleh salah satu afiliasi Ancora," jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya, hasil rapat Timwas Century di DPR menyimpulkan akan memanggil Gita Wirjawan terkait dugaan pencucian uang melalui perusahaan miliknya, PT Ancora Capital. Perusahaan tersebut yang telah mengakuisisi PT Graha Nusa Utama (GNU).

"Akan menjadwalkan pihak-pihak termasuk PT GNU dalam waktu tidak terlalu lama, iya Pak Gita," kata pimpinan rapat Timwas Century yang juga Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (6/2).

Tim Pengawas (Timwas) Century DPR menduga ada keterlibatan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam kasus korupsi dana talangan Bank Century yang merugikan negara hingga Rp 6,7 triliun.

Advertisement

Hal tersebut didasari atas temuan Mabes Polri dalam penyelidikan kasus reksadana bodong PT Antaboga Delta Sekuritas yang mengalir ke PT Graha Nusa Utama yang diakuisisi PT Ancora Capital milik Gita sejak tahun 2010 lalu.

Anggota timwas Century Hendrawan Supratikno menjelaskan, 55 persen saham PT Graha Nusa Utama itu dibeli oleh PT Ancora Capital. Padahal, lanjut Hendrawan, PT Graha Nusa Utama ini sudah jelas bermasalah.

Timwas beranggapan bahwa PT Graha Nusa Utama adalah perusahaan boneka yang didirikan oleh mantan Direktur Utama Bank Century Robert Tantular untuk menyalurkan dan menyembunyikan semua aset baik yang diperoleh dari Bank Century ataupun melalui kredit fiktif serta Antaboga Delta Sekuritas Indonesia.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.