Giliran kantor Agung Laksono diserbu ribuan petani tembakau
Kemarin, para petani tembakau sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jl HR Rasuna Said, Kuningan.
Aksi ribuan petani tembakau dari berbagai daerah yang menolak diberlakukannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tembakau akan berlanjut hari ini. Kantor Kemenko Kesra di Jl Medan Merdeka Barat yang akan didatangi.
Selasa (3/7) kemarin, para petani tembakau sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Mereka awalnya mendatangi kantor Kementerian Kesehatan. Namun karena tidak ditemui satu pejabat pun, mereka kemudian bergeser ke kantor Kemenkum HAM yang berlokasi di jalan yang sama.
Para petani mengeluhkan sejumlah aturan dalam RPP Tembakau yang dampaknya akan mengurangi penghasilan petani tembakau seperti pembatasan konsumsi rokok dan aturan tentang zat adiktif nikotin. Mereka khawatir, permintaan pabrik rokok terhadap tembakau akan menurun dan efeknya akan mengurangi penghasilan.
Tidak ditanggapi di dua kantor kementerian, para demonstran hari ini, Rabu (4/7) akan mendatangi kantor Kemenko Kesra. Memang selama ini, RPP Tembakau disinkronisasi di Kemenko Kesra.
Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Arsil Rusli mengatakan RPP ini tinggal menunggu satu tahap lagi untuk disahkan. Tahap itu adalah putusan di rapat terbatas dan penandatanganan presiden. Draft RPP sudah berada di Kemenko Kesra.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Brata pernah mengatakan dalam sebuah diskusi jika para petani tembakau sesungguhnya tidak menolak RPP tersebut.
"Permasalahan rokok ini jangan disederhanakan sebagai isu kesehatan saja. Kami bukan tidak mau diatur tapi harus ada aturan yang berkeadilan. Menanam tembakau itu melibatkan 2,1 juta rakyat," ujarnya.
Menurut Wisnu, RPP buatan Kemenkes ini jelas-jelas menafikkan keberadaan petani. Selain tak diikutsertakan dalam pembahasan, dalam RPP tembakau ini petani memang diperbolehkan untuk menanam tembakau tapi bukan untuk produksi rokok. Dia mengusulkan jalan tengah adalah RPP Tembakau dikonstruksi ulang dan berkeadilan. Seluruh elemen seperti buruh, petani dan pengusaha dilibatkan.
Hari ini, para petani tembakau akan melanjutkan usahanya untuk mengetuk hati pemerintah agar peraturan soal tembakau ini tidak bertujuan mematikan satu-satunya penghidupan mereka.(mdk/has)