Gibran Klaim Pengendalian Covid di Solo Lebih Baik Dibanding Kota Lain di Jateng
Menurut Gibran, pasca Hari Raya Idul Fitri, situasi Kota Solo cukup baik dan cukup terkendali. Ia juga ingin lebih mempercepat vaksinasi agar pemulihan ekonomi seiring sejalan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengklaim, pengendalian kasus Covid-19 jauh lebih baik dibanding kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Kasus Covid-19 di Kota Bengawan akhir – akhir ini melandai dan hanya menyisakan zona oranye di darah Tegalharjo, Kecamatan Jebres. Sementara zona merah sudah tidak ada.
"Pengendalian pandemi Covid-19 di Kota Solo masih jauh lebih baik dibanding kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Angka kesembuhan kita lebih tinggi daripada yang terkena Covid/19," ujar Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, seusai Rakor Pengendalian Covid-19 di balai kota, Senin (31/5).
Wali Kota, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan akan lebih menggaungkan lagi pelaksanaan protokol kesehatan (prokes). Ia akan menekankan pada perubahan perilaku masyarakat yang kian abai menjalankan prokes 5 M ( Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi Mobilisasi).
"Perilaku masyarakat yang mulai abai ini perlu diubah. Melakukan prokes ini harus sebagai budaya," katanya.
"Satgas Covid-19 harus mengagendakan perubahan perilaku terjadi di masyarakat dan harus pula ada monitoring dampak komunikasi publik sosialisasi perubahan perilaku. Dengan sanksi saja tidak cukup untuk mengendalikan Covid-19," imbuh Gibran.
Menurut Gibran, pasca Hari Raya Idul Fitri, situasi Kota Solo cukup baik dan cukup terkendali. Ia juga ingin lebih mempercepat vaksinasi agar pemulihan ekonomi seiring sejalan.
"Protokol kesehatan saya minta dipromosikan lebih kencang lagi. Saya kira dalam 2 minggu BOR (Bed Occupancy Rate) akan menurun. Tetapi harus tetap waspada, kuncinya dengan Prokes 5 M," tandasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gibran mengusulkan untuk lebih mempercepat pemulihan ekonomi. Nantinya semua pusat perbelanjaan di Kota Solo akan diperbolehkan mengizinkan anak di bawah 5 tahun memasuki mal. Namun dengan syarat semua staf dan pimpinan sudah divaksin dan pemberlakuan prokes ketat.
"Hajatan diperbolehkan sampai mengundang 500 orang namun dengan syarat kontrol ketat pada Protokol Kesehatan. Kita lihat progres selama 2 minggu. Kalau masih terkendali, kita ajukan Work From Solo. Event – event yang tertunda kita arahkan mulai digelar," bebernya.
Baca juga:
Vaksinasi di Mal Selesai, Pemkot Solo Sasar PKL Makanan
Gibran Rencanakan Tes Swab Warga Abai Protokol Kesehatan di Solo
3 Bulan Jabat Wali Kota, Gibran Sebut Ada Semangat Kebersamaan Membangun Solo
Jawab Sindiran Puan Maharani, Gibran Nilai Main Medsos juga Penting
Gibran Minta Pedagang Kuliner Tak Mainkan Harga Agar Wisatawan Tak Kapok