LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gerindra: Polri dan TNI gagal manfaatkan informasi intelijen

Salah satu contohnya adalah kasus penembakan di Lapas Cebongan terhadap empat orang tahanan.

2013-03-31 14:37:45
Penembakan Lapas
Advertisement

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, pelanggaran HAM yang belakangan marak terjadi akibat dari lemahnya pemanfaatan informasi intelijen yang dilakukan oleh polisi dan TNI. Menurutnya, intelijen yang ada saat ini sudah cukup hebat, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Fadli mengatakan, salah satu contoh persoalan yang ditimbulkan dari lemahnya pemanfaatan informasi intelijen, terjadi pada kasus penembakan di dalam Lapas Cebongan, Sleman, DIY beberapa waktu lalu. Dalam peristiwa itu, empat tahanan penghuni Lapas Cebongan tewas dan beberapa penjaga Lapas luka-luka lantaran diintimidasi pelaku pembantaian.

"Menurut saya, persoalan kita bukan pada intelijen. Intelijen sangat diperlukan tapi yang jadi masalah adalah level tingkat eksekusi usernya (penegak hukum). Tidak ada gunanya intelijen hebat memberikan informasi apapun, akan tetapi user lemah tidak bisa memanfaatkan informasi intelijen," kata Fadli Zon dalam diskusi bertema 'Huru-hara dan Kekerasan di Indonesia, Kemana Intelijen kita?' di Dapur Selera, Jakarta, Minggu (31/3).

Advertisement

Fadli menilai, kasus Cebongan merupakan kasus teror terhadap negara. Sehingga dia meminta kepada aparat terkait untuk segera mengusut dan mengantisipasi hal-hal yang berdampak pada peristiwa serupa di kemudian hari.

"Kasus Cebongan teror terhadap negara, dan bisa terjadi ditiru di tempat-tempat lain. Ini sejarah, eksekusi terjadi di tempat terlindungi. Jangan sampai hal ini menjadi hal yang biasa," imbuhnya.

Seperti diberitakan, empat tahanan tewas dan dua orang sipir Lapas Cebongan, Sleman, DIY, terluka setelah diserang belasan orang tak dikenal. Korban Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi dan Yohanis Juan Mambait merupakan pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Kopassus, Sertu Santoso (31) di Hugo's Cafe Kota Yogyakarta.

Advertisement

Kejadian penembakan itu berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB, dimulai dengan kedatangan belasan orang bercadar ke dalam Lapas. Dengan menggunakan penutup muka berwarna hitam, para pelaku melompati pagar setinggi sekitar satu meter.

Pria berbadan tegap itu lantas melumpuhkan sipir penjara, dan memaksanya untuk masuk ke dalam sel tahanan. Tidak berhenti sampai di situ, para pelaku meminta sipir pembawa kunci untuk memeriksa satu per satu sel guna menemukan sasarannya.

Tidak lama, mereka menemukan para pelaku yang tengah meringkuk di dalam sel. Tanpa basa-basi, belasan pria bercadar itu menembakkan senjata api ke arah para korban hingga tewas.

Beredar video polisi mengajak damai bule Belanda di Bali

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.