Gerindra Ingatkan Denny Indrayana Bisa Repot Usai Sebar Info Anies Bakal Tersangka
Gerindra meminta Denny Indrayana tidak menyebarkan informasi yang akan berdampak buruk kepada masyarakat. Apalagi menurut Gerindra, informasi disampaikan tidak didasari dengan bukti kuat.
Partai Gerindra meminta pakar hukum tata negara Denny Indrayana meluruskan kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi tersangka di KPK.
Gerindra meminta Denny Indrayana tidak sembarangan memberikan informasi seperti yang disampaikan sebelumnya terkait gugatan Undang-Undang Pemilu di MK.
"Saya pikir Pak Denny Indrayana harus meluruskan dahulu apa yang dia sampaikan ternyata itu tidak benar beberapa waktu yang lalu itu dulu. Jadi jangan nambah-nambah masalah," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/6).
Habiburokhman meminta Denny Indrayana tidak menyebarkan informasi yang akan berdampak buruk kepada masyarakat. Apalagi menurut Habiburokhman, informasi disampaikan tidak didasari dengan bukti kuat.
"Nanti kamu kasihan juga beliau repot sendiri sekarang aja dilaporkan orang ke mana-mana kan. Kita enggak mau lah teman kita repot," imbuh dia.
Klaim Denny Indrayana
Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan bakal Capres Koalisi Perubahan untuk Perbaikan Anies Baswedan akan menjadi tersangka.
"Setelah KPK 19 kali ekspose, ini pemecah rekor, seorang anggota DPR menyampaikan, Anies segera ditersangkakan. Semua komisioner sudah sepakat," kata Denny dalam keterangannya, Rabu (21/6).
Upaya penetapan Anies menjadi tersangka itu diduga menjadi bagian untuk menjegal mantan gubernur DKI Jakarta ini menjadi calon presiden 2024.
Menurut Denny, terbaca alasan pimpinan KPK era Firli Cs diperpanjang satu tahun sampai 2024. Ia menuding, pimpinan KPK era saat ini ingin menyelesaikan tugasnya untuk melawan kelompok oposisi pemerintah.
"Makin terbaca, kenapa masa jabatan para pimpinan KPK diperpanjang MK satu tahun. Untuk menyelesaikan tugas memukul lawan-oposisi, dan merangkul kawan-koalisi, sesuai pesanan kuasa status quo," kata dia.
(mdk/gil)