Gerilya Umi Delima terhenti karena lelah dalam pelarian
Umi Delima juga membuang senapan dipakai mendiang suaminya di tengah hutan.
Jumiatin alias Umi Delima, istri pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (almarhum) Santoso, hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah. Kabarnya, dia terpaksa membuang senjata suaminya dalam hutan karena kelelahan, setelah beberapa hari lari melarikan diri pascatertembaknya Santoso.
"Waktu lari, dia membawa lari senjata Santoso dan senjata itu ditinggal di hutan. Nanti kalau sudah sehat kita bawa kembali ke hutan cari senjata itu," kata Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi, di Palu, Senin (25/7).
Kepada wartawan, Rudy membeberkan kronologis pelarian Umi Delima setelah Santoso tertembak pada Senin (18/7) petang. Menurut dia, saat pertempuran, Santoso sempat jatuh di depan Delima. Lantas, Santoso sempat berpesan. Lantas Umi Delima mengambil senjata Santoso kemudian lari.
Rudy mengatakan, Umi Delima terus berlari sambil menenteng senjata digunakan Santoso. Saat kabur, dia masih sempat mendengar suara Basri dan istrinya.
"Dia lari sendirian," ujar Rudy.
Menurut Rudy, karena sudah lelah, Umi Delima akhirnya membuang senjata itu. Namun, dia tidak menjelaskan jenis senjata itu.
"Senjata dia tinggal karena sudah capek," ucap Rudy, seperti dilansir dari Antara.
Satu pucuk senjata disita saat kontak senjata dengan Santoso adalah milik Mukhtar. Dia adalah anggota MIT yang tewas dalam baku tembak di hutan Tambarana, Poso Pesisir.
Menurut Rudy, setelah beberapa hari dalam pelarian, Umi Delima akhirnya bertemu dengan pekerja kebun.
"Dia ditanya. Ibu siapa? Dia mengaku istrinya Santoso," lanjut Rudy.
Pekerja kebun itu memastikan apakah Umi Delima membawa senjata dan bom atau tidak. Namun menurut dia, Umi Delima hanya membawa pisau.
Umi Delima kemudian diantar oleh pekerja kebun itu kepada aparat di salah satu Pos Satgas Operasi Tinombala. Dalam perjalanan, mereka bertemu lagi dengan petani kebetulan membawa bekal. Karena dalam kondisi lapar, Umi Delima akhirnya menyantap bekal petani itu.
Menurut Rudy, kondisi Umi Delima saat ini semakin membaik, bahkan sudah bisa tertawa. Namun masih perlu pemulihan total.
"Dia lebih rileks, sudah bisa tertawa, lebih ceria," imbuh Rudy.
Umi Delima belum diperiksa formal. Keterangan diperoleh darinya baru sebatas wawancara.
Baca juga:
Kapolri Tito janji peringan hukuman istri Santoso jika kooperatif
Umi Delima ikut Santoso sembunyi di hutan setelah Lebaran 2015
Selama dirawat di RS Bhayangkara, istri Santoso didampingi Polwan
Fakta fakta tertangkapnya istri Santoso
Usai ditangkap, istri Santoso mulai membuka diri