Gerbang SDN Utan Jaya Depok Digembok Ahli Waris Dibuka, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Boleh Ada Penyegelan
Gerbang masuk sekolah sudah dua hari digembok pihak yang mengaku sebagai ahli waris.
Petugas gabungan dari Polres Metro Depok dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok membuka segel gembok di gerbang SDN Utan Jaya, Depok. Dengan menggunakan alat seadanya, petugas membuka rantai dan gembok.
Gerbang masuk sekolah sudah dua hari digembok pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Mereka meminta agar dilakukan pembayaran atas lahan yang dipakai selama 35 tahun. Akibatnya siswa tidak dapat belajar di sekolah sejak kemarin dan hari ini.
Respons Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak boleh ada sekolah yang disegel. Bagaimanapun segel harus dibuka sehingga anak-anak dapat kembali belajar di sekolah.
"Harus dibuka. Pokoknya tidak boleh lagi ada penyegelan lahan di mana anak-anak sekolah ya kalau keberatan ke pengadilan saja," kata Dedi di Depok, Kamis (8/5).
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan, segel di sekolah sudah dibuka. Sehingga dipastikan besok anak-anak sudah bisa datan dan belajar kembali di sekolah.
"Tadi udah kami buka segelnya karena ada sengketa lahan, kita udah minta sama pemilik ahli warisnya untuk menggugat ke pengadilan, mereka tidak, tapi mereka malah ngegembok ini kejadian udah kedua kali,” kata Chandra.
Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Aktif
Pembukaan gembok itu atas perintah dari Wali Kota Depok Supian Suri yang kemudian dilaksanakan oleh Satpol PP dibantu petugas Polres Metro Depok. Ke depan, Chandra memastikan anak-anak dapat belajar tanpa terganggu lagi.
“Atas perintah Pak Wali kota sudah dilakukan pembongkaran segel, pak Kasatpol PP sudah di lokasi membongkar dan akan melakukan pengamanan kedepannya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, aman dan nyaman,” ujar Chandra.
Chandra juga memastikan anak-anak yang ujian dapat melaksanakan di sekolah. Dia berharap tidak ada lagi penggembokan oleh pihak manapun. Pihaknya juga sudah membuat laporan ke polisi terkait dengan masalah ini.
“Dan kemudian ini masuk masa ujian kan, jadi memastikan di masa ujian ini bisa berjalan lancar. Kemudian kami juga sudah melakukan upaya hukum dengan melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Metro Depok,” ujar Chandra.
Satpol PP akan ditempatkan di sekolah untuk menjaga keamanan anak-anak. Selain itu juga untuk menjaga agar tidak ada pihak yang melakukan penggembokan lagi.
“Ya, nih hari ini besok dijaga, lusa dijaga lagi sama Pol PP, memastikan ini kondusif sampai perkara ini juga mulai berproses seperti itu. Kami kemarin baru buat laporan polisinya,” pungkas Chandra.