LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gerakan teror biasanya manfaatkan Desember untuk beraksi

Gerakan teror biasanya manfaatkan Desember untuk beraksi. Gerakan teror di Indonesia khususnya, biasanya memanfaatkan Desember sebagai aksi. Karena dalam bulan itu di dalamnya ada perayaan Natal dan Tahun Baru.

2017-12-01 10:04:00
BNPT
Advertisement

Gerakan teror di Indonesia khususnya, biasanya memanfaatkan Desember sebagai aksi. Karena dalam bulan itu di dalamnya ada perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Kalau akhir tahun, Desember, Natal mereka ini biasanya sudah menghitung-hitung kapan mau menyerang," kata Brigjen Pol. Hamli, M.E, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Kota Malang, Kamis (30/11).

Kata Hamli, kelompok pelaku teror biasanya memiliki jadwal dan perencanaan dengan menentukan waktu-waktu tertentu yang dianggap tepat. Karena itu biasanya aparat keamanan juga melakukan antisipasi.

"Jadi kita dari kepolisian dan BNPT mengantisipasinya juga, Ramadan, Tahun Baru, 17 Agustus. Biasa yang kayak gini, mereka sudah memiliki jadwal. Jadi kita sudah memiliki jadwal juga, tetapi biasanya Desember, di mana giliran kita lengah mereka akan main," terangnya.

"Karena itu kawan-kawan, masyarakat, mari sama-sama mengantisipasi dan waspada," tegasnya.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar Dialog Pelibatan Takmir Masjid dalam Pencegahan Terorisme. Acara dengan tagline Jaga Masjid Kita dari Pengaruh Radikalisme dan Terorisme menghadirkan Brigjen Pol. Hamli, M.E. (Direktur Pencegahan BNPT), Kurnia Widodo (Mantan anggota jaringan Terorisme), Dr. Soubar Isman, S.H., M.H. (Ketua FKPT Jatim), dan Drs. H. A. Taufiq Kusuma (Ketua FKUB Malang).

Sebanyak 150 orang takmir masjid di Malang Raya serta instansi terkait diundang sebagai upaya menggalang kebersamaan seluruh pemangku kepentingan menghadang laju pergerakan ideologi radikal. Mereka dilibatkan sebagai penetrasi kelompok terorisme melalui masjid, menjadikan masjid episentrum damai di tengah masyarakat dan perekat bangsa yang majemuk, di samping fitrahnya sebagai tempat ibadah, rumah Allah SWT.

Baca juga:
BNPT gandeng Kikan dan Slank lawan penyebaran terorisme di dunia maya
Media sosial sarana efektif sebarkan radikalisme dan terorisme
Survei BNPT: Lima daerah ini memiliki potensi radikal cukup tinggi
BNPT dan PPATK fokus memutus rantai pendanaan terorisme
Kepala BNPT: Cegah teroris, tamu wajib lapor & awasi tetangga yang jarang bergaul
Kepala BNPT: Jangan marginalkan mantan teroris
Kepala BNPT: Penyebaran paham radikal di kampus sudah sangat gawat

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.