Gerakan #2019GantiPresiden bisa berpotensi dimanfaatkan ISIS
Gerakan #2019GantiPresiden bisa berpotensi dimanfaatkan ISIS. Dalam kondisi seperti ini yakni tahun politik, kata dia, tagline ganti presiden harus berhati-hati dalam mengusungnya karena kuatir dimanfaatkan oleh ISIS sehingga merugikan PKS sendiri.
Direktur Masyarakat Anti Kekerasan Indonesia (MAKI) Muhammad Baihaqi mengatakan kekalahan ISIS di wilayahnya di beberapa tempat di Suriah yang dikuasainya membuat kelompok ini mengubah arah strategi dan taktiknya. Selanjutnya, memanfaatkan potensi kekacauan di negara-negara dimana ada sebaran para pendukung ISIS, salah satunya adalah Indonesia.
"ISIS mengalami kekalahan terus menerus sehingga jalan teror yang dilakukan difokuskan ke negara-negaranya masing-masing. Jalan teror yang paling mudah dilakukan adalah memanfaatkan pergantian kekuasaan melalui sistem pemilihan umum," kata Baihaqi, Selasa (11/9).
Dia mengatakan, gerakan yang berpotensi jadi pemicu menjadi gesekan adalah tagline #2019GantiPresiden.
"Gerakan ini memang dipelopori oleh kader PKS bernama Mardani Ali Sera. Tetapi problemnya adalah gerakan ini belum secara legal diakui oleh tim dari calon presiden Prabowo. Karena itu gerakannya menjadi sangat liar dan berpotensi dimanfaatkan," tuturnya.
Dalam kondisi seperti ini yakni tahun politik, kata dia, tagline ganti presiden harus berhati-hati dalam mengusungnya karena kuatir dimanfaatkan oleh ISIS sehingga merugikan PKS sendiri.
Baca juga:
Bahayanya jika pro khilafah dan ISIS tunggangi gerakan #2019GantiPresiden
Gerindra pastikan pendaftaran #2019PrabowoPresiden tak langgar hukum
Gerakan #2019GantiPresiden dinilai tidak surutkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf
Mewaspadai pola radikalisme seperti Suriah yang diimpor ke Indonesia
Fadli Zon: Jangan mentang mentang Yasonna dari partai penguasa bisa seenaknya