Geng motor pembawa senjata tajam di Sukabumi diringkus polisi
Geng motor pembawa senjata tajam di Sukabumi diringkus polisi. Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, meringkus komplotan bermotor yang membawa senjata tajam pada Operasi Cipta Kondisi skala besar yang dilakukan hingga Minggu (3/9) pagi.
Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, meringkus komplotan bermotor yang membawa senjata tajam pada Operasi Cipta Kondisi skala besar yang dilakukan hingga Minggu (3/9) pagi.
"Pada razia tersebut kami menangkap dua pemuda yang membawa senjata tajam yakni berinisial AM dan AS," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur di Sukabumi.
Informasi yang dihimpun, operasi besar-besaran tersebut dimulai sejak Sabtu (2/9) pukul 20.00 WIB. Dengan cara membubarkan komplotan bermotor yang berpotensi terjadi bentrokan.
Polisi berpatroli mulai dari depan Gereja HKBP di Kecamatan Warudoyong, simpang SMA Kristen di Kecamatan Cikole, SPBU Ciaul dan simpang Jalan Keramat Bencang di Kecamatan Gunungpuyuh. Di sepanjang jalur tersebut petugas langsung membubarkan komplotan/kelompok bermotor yang dikhawatirkan berulah dan berpotensi terjadinya gesekan dengan kelompok lainnya.
"Kami langsung bubarkan kelompok bermotor yang nongkrong di pinggir jalan, karena meresahkan masyarakat dan mengganggu keamanan," tukasnya.
Menurutnya, pembubaran komplotan bermotor yang jumlahnya puluhan tersebut kembali dilanjutkan pada Minggu, (3/9) mulai pulul 00.00 WIB hingga 04.00 WIB karena masih banyak yang "kucing-kucingan" dengan petugas yang tengah melakukan razia.
Pada pukul 00.30 WIB petugas menyita sementara lima unit sepeda motor tanpa dilengkapi surat-surat, satu clurit, gir motor yang sudah di modifikasi dan bambu ditempeli di setiap sisinya di Jalan Gelatik 1, Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh.
Tidak hanya itu saja, satu jam kemudian polisi kembali menyita sembilan unit sepeda motor, dua clurit, satu samurai berukuran panjang dari dua pemuda berinisial AM dan AS "Operasi yang kami lakukan ini dilakukan secara rutin untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga yang tinggal atau melintas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota," tambahnya.
Rustam mengimbau masyarakat pun harus ikut mengawasi atau memantau minimalnya di daerahnya masing-masing jika ada komplotan bermotor yang dinilai meresahkan dan langsung melapor kepada aparat keamanan.
Selain itu, masyarakat khususnya warga internet (warganet) tidak memposting kegiatan polisi yang tengah melakukan razia atau Operasi Cipta Kondisi di media sosial karena akan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk bersembunyi dan kucing-kucingan dengan polisi yang tengah bertugas.
Baca juga:
Aksi wanita-wanita tercepat di festival motor Petrolettes
Kasus tewasnya prajurit TNI di Bali berawal dari saling pandang
Polres Tangsel: Tidak ada geng motor, hanya tawuran dan bawa sajam
8 Anak SMP dan 1 siswa SD naik 5 motor bikin onar di Yogyakarta
Jawara Bekasi kebal bacok minta gengster ngaji biar bener
Aksi Tim Rajawali razia geng motor
Jelang sahur, Team Alpha Pus bubarkan gerombolan pemotor