Generasi Muda Harus Gencar Kampanyekan Perdamaian, Lawan Narasi Kelompok Intoleran
Mereka diharapkan gencar menebar pesan perdamaian, persatuan dan agama yang ramah terhadap kebhinekaan dan kebangsaan.
Generasi muda harus mengambil ruang untuk mengkampanyekan perdamaian, toleransi dan persatuan. Mereka diharapkan gencar menebar pesan perdamaian, persatuan dan agama yang ramah terhadap kebhinekaan dan kebangsaan.
"Generasi muda harus aktif melakukan kontra propaganda melalui berbagai narasi sejuk humanis untuk mengimbangi narasi kaum intoleran dan kelompok radikal," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Syamsul Ma'arif dalam keterangannya, Rabu (14/6).
Syamsul menjelaskan menjadi tanggung jawab bersama untuk membangun keharmonisan hubungan masyarakat dari berbagai golongan.
"Siapa pun harus bisa kita muliakan tanpa membeda-bedakan identitasnya," tutur Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah ini.
Dia juga menekankan, menjelang tahun politik berbagai macam cara akan digunakan untuk memenangi kontestasi, tak terkecuali politik identitas. Untuk itu, generasi muda harus hadir memberi pencerahan di tengah masyarakat dengan cara santun dan baik.
"Gejolak, konflik, perbedaan pendapat itu pasti ada, tetapi ketika itu semua bisa dirawat, disentuh dengan kebaikan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Syamsul mengatakan, bahwa generasi muda harus sadar bahwasannya Indonesia itu memiliki sumber daya yang sangat luar biasa dan budaya unik. Para generasi muda juga diharapkan bisa merawat kemajemukan karena perbedaan itu fitrah.
"Prinsipnya perbedaan yang kita miliki adalah desain secara natural yang justru memiliki keistimewaan tersendiri," tandasnya.
(mdk/did)