LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gencarkan Sebaran Konten Nasionalisme dan Persaudaraan di Ruang Digital

Cara ini untuk melawan kelompok getol menggaungkan upaya pecah belah persaudaraan.

2022-03-18 19:47:00
MPR
Advertisement

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Arsul Sani mendorong dakwah dan semangat nasionalisme digencarkan di ruang digital. Cara ini untuk melawan kelompok getol menggaungkan upaya pecah belah persaudaraan.

"Apalagi saat ini banyak penceramah ataupun mubalig yang dalam ceramahnya justru malah antinasionalisme dan memanfaatkan platform media sosial," ujar Arsul dalam keterangannya, Jumat (18/3).

Menurutnya, banyak penceramah mengangkat syiar dakwah nasionalisme, namun sayangnya kurang familiar dengan teknologi. Sehingga dakwah yang isinya moderat dan mengangkat semangat nasionalisme itu tidak masif tersebar.

Advertisement

"Karena tidak tersebarkan, maka dinilai kurang tergelorakan," kata anggota Komisi III DPR itu.

Oleh karenanya, ia menilai permasalahan ini bisa diatasi melalui pemberian fasilitas dengan mendorong penyebaran konten dakwah positif di ruang digital. Dalam hal ini oleh pemerintah melalui BNPT.

"Potongan ceramah-ceramah pendek atau film yang berisi konsep bahwa nasionalisme itu kompatibel dengan ajaran Islam. Itu harus disebarkan," kata politikus PPP tersebut.

Advertisement

Ia menjelaskan betapa pentingnya untuk memasifkan persebaran konten dakwah terkait nasionalisme dan persaudaraan, ditambah lagi seharusnya sudah tidak ada keraguan karena antara nasionalisme dan agama itu bukanlah hal yang kontradiktif.

"Salah satu bentuk nasionalisme itu tertuang dalam Alquran adalah taat kepada pemerintah. Namun, jika dalam pemerintahan itu ada hal yang perlu dikritisi dan dikoreksi ya maka itu tetap harus dilakukan, tidak dalam kerangka merusak nasionalisme," tegasnya.

Arsul menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan penceramah di berbagai daerah dalam rangka menyebarkan konten tentang persaudaraan kebangsaan.

"Memilih penceramah kritis yang berkata agak keras itu sebenarnya tidak masalah, tapi jangan hanya melihat popularitas. Masyarakat harus berani katakan 'tidak' jika isi dakwah mempersoalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," tandasnya.

Baca juga:
Iluni UI Sambangi MPR, Bawa Pesan Pencegahan Polarisasi Jelang Pemilu 2024
Wakil Ketua MPR : Wacana Penundaan Pemilu Lebih Baik Dihentikan
Wakil Ketua MPR: Perlu Payung Hukum Lindungi ART Indonesia di Luar Negeri
Takut Abuse of Power, MPR Tanya Rakyat Dulu soal Wacana Pemilu 2024 Ditunda
MPR Minta Proyek Pembangunan di Wadas Disetop Dulu Imbas Konflik Warga & Aparat
Pimpinan MPR Sebut Ancaman Paling Serius dari Pandemi adalah Penurunan Kualitas SDM

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.