Gempa di Papua, kursi dan lemari berjatuhan
Gempa yang terjadi selama 30 detik membuat peralatan rumah berjatuhan dan atap-atap rumah goyang.
Gempa 7,2 skala ritcher mengguncang Papua. Gempa yang terjadi selama 30 detik membuat peralatan rumah berjatuhan dan atap-atap rumah goyang.
"Peralatan saya di rumah pada terjatuh, kursi-kursi terjatuh, lemari besar terjatuh," ujar Ketua sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan, Kristen Wamena Jusup Suketel, saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (6/4).
Bahkan, menurut Jusup, saat keluarganya berusaha menyelamatkan diri keluar rumah, dia dan anak-anaknya sampai tidak bisa berdiri, akibat goncangannya yang sangat kuat.
"Jadi terasa sangat goyang, pas anak-anak keluar tidak bisa berdiri, terus rebahan di rumput," ujarnya.
Rumah Jusup yang pondasinya dari kayu juga goyang. Jusup tidak mengetahui bagaimana keadaan di Kota. "Saya sendiri rumahnya di pedesaan, 6 Km ke kota. Saya tidak tahu bagaimana yang di kota ada korban jiwa atau tidak," ujar Jusup.
Menurut Jusup, di Bumi Cenderawasih memang sering terjadi gempa. Tetapi, hari ini gempa dirasakan sangat kuat dibanding sebelumnya. "Sering gempa-gempa kecil, tapi paling kuat baru kali ini," tandasnya.(mdk/lia)