LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gempa dan tsunami terjang Sulteng, ini penjelasan LIPI

Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat 28 September 2018. Hingga Selasa (2/10/2018), tercatat 925 orang meninggal dunia, 99 orang hilang, serta 799 terluka akibat bencana tersebut.

2018-10-02 13:44:48
Gempa Palu
Advertisement

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto menjelaskan analisis soal gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Menurut dia, gempa dan tsunami terjadi lantaran lokasi bencana berada di atas sesar Palu Koro.

"Sesar Palu Koro adalah patahan yang membelah Sulawesi menjadi dua bagian barat dan timur. Sesar ini mempunyai pergerakan aktif dan jadi perhatian para peneliti geologi," ujar Eko di Gedung LIPI Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).

Sementara itu, Peneliti bidang geofisika kelautan dari Pusat Penelitian Oseanografi, Nugroho Dwi Hananto menerangkan bahwa sesar mendatar Palu Koro kemungkinan memiliki komponen deformasi (perubahan) vertikal di dasar laut. Hal inilah yang memicu terjadinya tsunami.

Advertisement

"Kawasan Teluk Palu hingga Donggala juga mempunyai bentuk mirip kanal tertutup dengan bentuk dasar laut yang curam. Akibatnya jika ada massa air laut datang, gelombangnya lebih tinggi dan kecepatannya lebih cepat," jelas Nugroho.

Dia menilai bahwa longsor yang terjadi di bawah laut kemungkinan akibat tebih bawah laut yang runtuh akibat gempa. Nugroho mengatakan bahwa gempa dan tsunami di Palu dapat dijadikan pelajaran bahwa perlu adanya data lengkap untuk mengetahui gempa yang bersumber di bawah laut.

"Gempa dan tsunami Palu menjadi pelajaran penting perlunya data geo-sains yang lebih lengkap untuk bisa mengkaji potensi terjadinya gempa yang sumbernya berasal dari bawah laut," ucap Nugroho.

Advertisement

Sebelumnya, Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat 28 September 2018. Hingga Selasa (2/10/2018), tercatat 925 orang meninggal dunia, 99 orang hilang, serta 799 terluka akibat bencana tersebut.

Selain itu, ada 59.450 jiwa pengungsi yang tersebar di 109 titik di kota Palu. Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Donggala, datanya belum dapat disampaikan.

Baca juga:
KPU ingatkan sumbangan korban gempa jangan ada embel-embel alat peraga kampanye
Akbar Faisal usul gaji anggota DPR disumbang untuk korban gempa Sulteng dan NTB
Jokowi gelar rapat terbatas bahas penanggulangan bencana Palu
Gerindra setuju tak kampanye di daerah bencana
Ada KRI dikirim ke Palu, turis Perancis buru-buru beli sembako buat korban
Bantu korban gempa & tsunami, Unhas kirim 1 ton bakso ke Palu

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.